Hot Best Seller

Fantasy Fiesta 2011: Antologi Cerita Fantasi Terbaik 2011

Availability: Ready to download

Mungkinkah kucing kesayanganmu sesungguhnya datang dari dunia lain? Sampaikah cinta Pungguk kepada Sang Gadis Bintang? Apa jadinya jika Sang Raja menghukum mati para pengucap kata “aku”? Apa yang kau perbuat, andai maut memberi waktu enam belas menit bersama orang yang kau sayangi? Dan apakah beda dusta dan nyata, jika yang manapun menghasilkan keajaiban? Fantasy Fiesta 201 Mungkinkah kucing kesayanganmu sesungguhnya datang dari dunia lain? Sampaikah cinta Pungguk kepada Sang Gadis Bintang? Apa jadinya jika Sang Raja menghukum mati para pengucap kata “aku”? Apa yang kau perbuat, andai maut memberi waktu enam belas menit bersama orang yang kau sayangi? Dan apakah beda dusta dan nyata, jika yang manapun menghasilkan keajaiban? Fantasy Fiesta 2011 kembali mengajak Indonesia untuk berani menuangkan mimpi. Dua puluh cerita terbaik dari para penulis fiksi fantasi Indonesia, dipersembahkan kepada mereka yang selalu merindui tanah angan.


Compare

Mungkinkah kucing kesayanganmu sesungguhnya datang dari dunia lain? Sampaikah cinta Pungguk kepada Sang Gadis Bintang? Apa jadinya jika Sang Raja menghukum mati para pengucap kata “aku”? Apa yang kau perbuat, andai maut memberi waktu enam belas menit bersama orang yang kau sayangi? Dan apakah beda dusta dan nyata, jika yang manapun menghasilkan keajaiban? Fantasy Fiesta 201 Mungkinkah kucing kesayanganmu sesungguhnya datang dari dunia lain? Sampaikah cinta Pungguk kepada Sang Gadis Bintang? Apa jadinya jika Sang Raja menghukum mati para pengucap kata “aku”? Apa yang kau perbuat, andai maut memberi waktu enam belas menit bersama orang yang kau sayangi? Dan apakah beda dusta dan nyata, jika yang manapun menghasilkan keajaiban? Fantasy Fiesta 2011 kembali mengajak Indonesia untuk berani menuangkan mimpi. Dua puluh cerita terbaik dari para penulis fiksi fantasi Indonesia, dipersembahkan kepada mereka yang selalu merindui tanah angan.

30 review for Fantasy Fiesta 2011: Antologi Cerita Fantasi Terbaik 2011

  1. 5 out of 5

    Dion Yulianto

    Setiap kali membaca cerpen atau cerita pendek, pembaca harus siap dengan dua konsekuensi. Pertama, merelakan kisah seru yang terlalu cepat berakhir, dan kedua, gemas dan kesal luar biasa karena ending cerita yang sengaja dibuat menggantung oleh penulisnya. Sebuah cerpen sebagai karya fiksi yang pendek dan tidak sepanjang novel memang memiliki syarat-syarat yang ketat. Penulis harus bisa merangkum satu cerita panjang—dalam FF2011 bahkan sebuah dunia fantasi—ke dalam jajaran 4-5 halaman yang terd Setiap kali membaca cerpen atau cerita pendek, pembaca harus siap dengan dua konsekuensi. Pertama, merelakan kisah seru yang terlalu cepat berakhir, dan kedua, gemas dan kesal luar biasa karena ending cerita yang sengaja dibuat menggantung oleh penulisnya. Sebuah cerpen sebagai karya fiksi yang pendek dan tidak sepanjang novel memang memiliki syarat-syarat yang ketat. Penulis harus bisa merangkum satu cerita panjang—dalam FF2011 bahkan sebuah dunia fantasi—ke dalam jajaran 4-5 halaman yang terdiri dari 3.000-4.000 kata. Dalam beberapa paragraf singkat seorang penulis cerpen dituntut untuk mencipta keindahan kata dan semaraknya imajinasi, sehingga menghasilkan karya tulis pendek yang tidak hanya membuat pembaca terkesan, namun juga mampu menciptakan ending atau terusan cerita versi masing-masing. Dan, kerja keras para penulis seperti inilah yang saya kagumi dari para pemenang kontes Fantasi Fiesta 2011 yang diadakan oleh penerbit Adhika Pustaka tahun 2011 yang lalu. 20 cerita terpilih, masing-masing dengan warna berbeda serta keajaiban yang berlainan, menawarkan aneka petualangan ke ranah imajinasi. Mulai dari menaiki kapal ke sebuah pulau terkutuk, bermain-main dengan 16 terakhir kehidupan seseorang, hingga berandai-andai bagaimana jika kata “aku” terlarang untuk diucapkan. Berikut ini uraian singkat tentang harta imaji apa saja yang tertuliskan dengan begitu mantapnya dalam sebuah buku dengan sampul yang sangat menawan ini. 1. Bentala Imaji “Bentala Imaji” ibarat sebuah cerpen yang benar-benar cerpen. Maksud saya, selain judulnya yang begitu sastrawi, cerpen ini menawarkan sebuah kualitas dari dua cerita yang entah bagaimana saling bertautan. Kisah si Aji yangberupaya terbang menuju kebebasan berimajinasi. Kalau menurut sepenangkapan saya (hasyah bahasanya), “Bentala Imaji” adalah tentang dorongan untuk mengapai imaji manusia. Dari seluruh pemenang FF 2011, hanya dengan si penulis kisah inilah saya pernah berkenalan dan berjabat tangan. 2. Bhupendra Gagan Dari seluruh cerita yang ada di FF 2011, “Bhupendra Gagan” adalah yang paling saya sukai. Kisahnya bersetting di wilayah India pada awal masa, jauh sebelum tahun Masehi dimulai. Tentang kemaharajaan yang melarang penggunaan kata “aku” karena siapapun yang mengucap kata kutuk itu akan segera dipancung. Aturan yang awalnya aneh dan nyentrik ini ternyata berdampak besar dalam memperbaiki moral masyarakat di negeri itu. Kejahatan pun hilang, dan seluruh negeri pun terangkat ke langit saking ringannya dosa-dosa di bumi kerajaan itu. 3. Dongeng Kanvas Satu lagi kisah tentang peri, memadukan antara kisah fantasi, nilai seni dan tentang besarnya makna pengorbanan. Bayangkan dirimu sebagai gadis yang hanya bisa melihat benda berwarna hitam namun sekaliguas adalah seorang pelukis hebat. Bakatnya diuji ketika sang ratu memintanya melukis peri. Dan untuk melakukannya, ia harus percaya bahwa peri tiu memang benar-benar ada. Dikisahkan dengan begitu halus dan cerpenis banget, pembaca harus sering mengingatkan dirinya bahwa kisah ini ditujukan sebagai cerpen fantasi, bukan cerpen sastrawi karena kata-katanya sangat indah. 4. E (EPSILON) Kalau tidak salah, cerpen ini adalah sambungan dari kisah “Jatayu” di buku Fantasy Fiesta 2010. Mengangkat kisah tentang keagenan rahasia milik Indonesia versi masa depan (eh masa depan nggak ya?) bernama Jatayu. Menggunakan tokoh-tokoh bernama huruf Yunani, “Epsilon” memadukan antara fiksi ilmiah Barat tentang manusia mutan (seperti X-Men) dengan mitos-mitos lokal (seperti Ragda). 5. Enam Belas Menit Dalam FF 2011, cerita Énam Belas Menit” adalah salah satu cerita yang agak berat. Emosi pembaca akan diacak-acak, menyaksikan seorang suami yang terperangkap dalam perulangan waktu. Ia diberi kesempatan untuk mengulang-ulang kembali waktu 16 menit terakhir bersama orang yang ia cintai. Cerpen ini mengajak kembali kita untuk merenungkan keberadaan waktu kita di dunia, sudahkan kita memanfaatkan waktu yang masih tersedia ini dengan sebaik-baiknya bersama orang-orang tercinta? 6. Hari Terakhir Ishan Ini juga salah satu dari beberapa cerpen ber-ending sedih dalam FF 2011 (entah mengapa buku seri ini lebih banyak menampilkan cerita ber-ending sedih atau mengantung, smeoga bukan karena jurinya sedang galau xixixi). Mengisahkan tentang seorang pendeta wanita yang harus berkorban demi keselamatan rakyatnya. Lebih menyorot sisi psikologis sang pendeta ketimbang dunia unik di dalam cerita, terutama ketika sang pendeta wanita yang masih muda itu, ehem, jatuh cinta. 7. Hikayat Pungguk Merindukan Bulan Jika boleh menilai dengan teori sastra, cerpen inilah yang menurut saya paling terasa kental sangat sastranya dalam FF 2011. Penggunaan kata-kata yang tak lazim dan jarang digunakan, tapi indah dan bernilai rasa tinggi, menjadikan pembacaan cerita ini ibarat sedang membaca cerpen karya penulis besar di surat kabar. Ceritanya juga unik, tentang para penghuni Bumi sebelum mahkluk2 lain dari pangkalan Bulan menyerbunya. 8. Kembali ke Morova Ini, sekali lagi, adalah kisah yang sedih, gelap, sekaligus agak horor. Tentang seorang pemuda yang diberi kesmepatan untuk kembali ke Morova karena ada satu alasan yang menanti. Penulis seolah ingin menyadarkan kita bahwa ada alasan dari mengapa setiap dari kita berada di tempat ini, saat ini. (Beneran agak merinding membacanya). 9. Kisah Sang Kerudung Merah Kisah ini rupanya mengikuti tren mengemas ulang dongeng anak-anak menjadi dongeng dewasa yang lebih sadis. Tentang seorang gadis yang harus mencari tanaman obat di hutan demi menyelamatkan neneknya yang terkena wabah penyakit. Sebagaimana judulnya, kita bisa menebak bahwa di hutan ia bertemu dengan serigala (selain tambahan bahwa manusia serigala ini juga memakan ingatan). Bagi yang suka pertempuran berdarah-darah, bacalah ini. 10. Leyl-Hasrat Bebas Maaf, dari seluruh cerpen yang ada dalam buku ini, kisah Leyl ini adalah yang paling sulit untuk saya pahami. Penokohan dan alur besarnya sudah diceritakan dengan sangat menarik, hanya saja saya kurang bisa menangkap ujung dari cerita ini, berhentinya di titik mana, dan apa hasil yang ditimbulkan di penghuung kisah. Bagaimanapun, kisah ini menarik karena menceritakan konflik antara manusia dan manusia-binatang. 11. Menuju Akhir Masa Fantasy Fiesta 2011 pantas berbahagia karena kedatangan peserta yang juga merupakan penulis novel serial Ther Merlian yang terkenal itu. Di balik judulnya yang dahsyat, pembaca akan diajak sejenak mencelup ke cerita yang agak berbau spiritual, tentang merenungkan kembali konsekuensi dari ketika seseorang memiliki cahaya atau kegelapan, kasih atau kesesatan, malaikat atau iblis. Dengan lihai, penulis mampu mengambarkan cerita yang berbau religius dalam bingkai yang lebih umum dan berbau fantasi. Pada akhirnya, pilihan kita lah yang menentukan akhir dari masa depan masing-masing. 12. Misteri Pulau Goudian Ini adalah cerpen kedua yang paling saya sukai. Ceritanya sangat “petualangan”, yakni tentang upaya pencarian pulau terkutuk yang hanya bisa dilihat dan didatangi oleh orang-orang yang terkututk pula. Memadukan antara bajak laut, pencarian harta karun, dan sejarah kapal Galleon, pulau Goudian menawarkan sebuah petualangan dahsyat di tengah lautan tak bernama, juga perjalanan menuju kegelapan dalam masing-masing jiwa. 13. Neil/Lien Ini cerpen ketiga yang paling saya suka, karena menghadirkan sudut pandang unik dalam bercerita. Neil memiliki alterego lain dalam dirinya, Lien. Ia ibarat penderita schizophrenia akut yang suka berbicara pada dirinya. Namun, siapa sangka, orang lain dalam dirinya itulah yang kelak akan menyelamatkan hidupnya dalam cara yang tak disangka-sangka. 14. Noel Apa jadinya ketika seorang manusia mampu menciptakan manusia? Upaya ini tidak hanya jahat secara moral tapi juga tidak benar secara alam/genetis. Setiap sel dan molekul tubuh akan memberontak, takdir akan berbelok, nasib akan tetap digariskan, bahwa mereka yang hendak mencoba menyamai kekuasaan Tuhan hanya akan menemui kegilaan dan kebinasaan, serta kegilaan yang amt sangat. Kisah ini adalah tentang mahkluk mirrlith yang keluar dari balik cermin kuno peninggalan era Persia yang bisa meniru raga manusia, tapi tidak jiwanya. 15. Oris Dari banyak warna-warni FF 2011, “Oris” adalah yang paling bernuansa anak-anak dan berwarna. Tentang seorang anak kaya yang terjebak tinggal bersama paman dan bibinya yang jahat. Dengan bantuan seekor kucing ajaib, imajinasi yang tak berbatas, serta keberanian untuk mengapai impian, akhirnya cerita ini berakhir bahagia. 16. Petra Dikisahkan sebagai sebuah companion untuk novel Xar dan Vichattan, “Petra” adalah tentang pertempuran spiritual yang dilakukan demi merebut puncak tertinggi tahta Kuil Xar. Membaca cerita yang sarat dengan nama-nama khas dunia Xar ini akan membuat pembaca tertarik utnuk lebih menyelami dunia Xar yang legendaris itu. Setelah membaca “Petra”, kerinduan untuk segera membaca seri Xar dan Vichattan pasti akan muncul (dan saya belum punya dan belum baca ihiks). 17. Selamanya Bersamamu Satu lagi kisah tentang cinta. Bagaimana ketika seorang pria jahat dihukum dengan selamanya menjadi kehidupan yang abadi bersama wanita yang terobsesi dengannya? 18. Selamat datang di Wonderland Ini adalah kisah berbau futuristis. Tentang sebuah dunia dimana orang dibayar untuk bermain di sebuah taman hiburan bernama Wonderland. Namun, alih-alih menyenangkan, setiap permainan di Wonderland adalah nyata, dengan naga, monster, buaya dan kecelakaan fatal yang benar-benar bisa merusak dan menghancurkan tubuhmu. Orang-orang jahat yang terjebak di sana akan terus dipaksa menjalani permainan demi permainan untuk bisa mengumpulkan poin agar bisa keluar dari tempat mengerikan itu, dengan anggota-anggota tubuh yang semakin lama semakin banyak diganti oleh logam dan mesin. 19. Tukang Sapu Ceritanya agak berat, tentang tukang sapu yang ternyata sudah ada di awal masa. Saya tidak bisa menceritakan lebih lanjut karena nanti akan tertebak siapa si tukang sapu ini dan mengapa ia diwawancarai oleh seorang mahasiswa filsafat UI semester 4. 20. Wanita Pembisik Akhirnya, FF 2011 diakahiri dengan tipe kisah fantasi yang sangat saya sukai, tentang penyihir. Adalah Nahra yang ingin membalaskan dendam kepada kota Azaiga yang telah membuat hidupnya sengsara. Ia berlatih keras agar bisa menyadi penyihir kegelapan yang ampuh, yang menguasai perintah memanggil monster dari dunia bawah dan memunculkan petir serta bola-bola api untuk menghancurkan kota itu. Diakhiri dengan twist yang seru, Wanita Pembisik menawarkan dunia sihir ala Trudi Carnavan namun dalam rasa yang lebih lugas untuk dinikmati. Secara umum, FF 2011 menawarkan cerita-cerita yang unik dan baru, walaupun lebih cenderung menyorot sisi psikologis karakter-karakternya ketimbang sisi aksi perang fantasi yang saya sukai. Namun, saya belum bisa menemukan cerita yang mampu menandingi “Candu Aksara” yangdikisahkan dengan begitu memikat di Fantasy Fiesta 2010. Peningkatan terutama tampak pada penggunaan unsur-unsur lokal yang lebih banyak ketimbang Fantasy Fiesta 2010, yang semoga menunjukkan bangkitnya fiksi fantasi lokal karya anak bangsa. Selamat bagi seluruh pemenang.

  2. 5 out of 5

    Shienny M.S.

    This is my first attempt on writing a fantasy short story, also my very first anthology where I collaborate with 19 other fabulous writers. Congratulations for all, raise your glass and make a toast because it's time for the feast, it's time for Fantasy Fiesta 2011 This is my first attempt on writing a fantasy short story, also my very first anthology where I collaborate with 19 other fabulous writers. Congratulations for all, raise your glass and make a toast because it's time for the feast, it's time for Fantasy Fiesta 2011

  3. 5 out of 5

    Tammy Rahmasari

    Buku ini saya dapatkan gratis, hasil ikut kuis FF2011 di GR (makasih... makasih) :D 1 buku. 21 cerpen. Semuanya bagus2! Seperti baca 21 novel digabung jadi 1. Keren! Ga bosen baca dari halaman awal sampai terakhir. Berikut adalah review lengkapnya : 1. Bentala - Imaji (Fredrick Nael) Cerpen pembuka yang ringan. Saya suka dengan tokoh Tala, yang diam-diam bermimpi tapi takut berusaha. Lalu setelah diberikan semangat oleh orang-orang di sekitarnya semangatnya muncul kembali. Memang... motivasi itu berp Buku ini saya dapatkan gratis, hasil ikut kuis FF2011 di GR (makasih... makasih) :D 1 buku. 21 cerpen. Semuanya bagus2! Seperti baca 21 novel digabung jadi 1. Keren! Ga bosen baca dari halaman awal sampai terakhir. Berikut adalah review lengkapnya : 1. Bentala - Imaji (Fredrick Nael) Cerpen pembuka yang ringan. Saya suka dengan tokoh Tala, yang diam-diam bermimpi tapi takut berusaha. Lalu setelah diberikan semangat oleh orang-orang di sekitarnya semangatnya muncul kembali. Memang... motivasi itu berpengaruh besar. Tapi pada awalnya saya sempat bingung antara tokoh Aji dan Tala. Saya pikir mereka adalah orang yang sama. 2. Bhupendra Gagan (Salvirius Sandy) Setalah saya selesai membaca beberapa paragraf awal, saya langsung tidak suka dengan tokoh Bhupendra dan sekaligus prihatin dengan Mehal. Tapi pesan moral yang disampaikan kuat. Klo kata orang itu 'kalo ngomong dipikir dulu sebab dan akibatnya, jangan asal ucap'. 3. Dongeng Kanvas (Luz Balthasaar) Suka sama gaya bahasanya :D Kalau seni itu -apapun itu- harus dibuat dengan hati, pasti hasilnya bagus. Kekurangan kita itu kadang bisa juga jadi kelebihan yang bisa kita tonjolkan. Inspiratif cerpennya :D 4. E [epsilon] Untuk cerpen ini, ditunggu ya cepat-cepat novelnya. Saya penasaran dengan lanjutan kisah Bara :D 5. Enam Belas Menit (Shao An) Cerpen ini koq mirip dengan film If Only ya? yang pemerannya Jennifer Love Hewitt dan Paul Nicholls ==a Kalau ini terjadi dengan saya, mungkin saya akan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya bersama dia dan terakhir... mengikhlaskannya. Capek soalnya harus ngulang-ngulang terus adegan yang sama dengan emosi yang sama juga dalam waktu enam belas menit *ditoyor* 6. Hari Terakhir Ishan (Cloverwitch) Deg! Ceritanya sedih :( Ngerasa seperti menunggu waktu untuk hukuman mati, ga ada yang bisa diperbuat lagi. Tapi suatu cerita itu memang tidak semua happy ending kan? 7. Hikayat Pungguk Merindukan Bulan (F.A. Purawan) Dari judulnya juga udah ketauan. Mengarah ke galau. Bahasanya agak-agak tingkat tinggi. Sampai-sampai harus bener bacanya... 8. Kembali ke Morova (R.D. Villam) Ini cerita yang paling bikin saya merinding! Bacanya pas malem jumat. Beneran jadi parno... liat ke kiri dan kanan terus. Takut tiba-tiba ada yang muncul ~_~ Tapi yang jelas, suka sama cerpennya. Tegangnya kerasa banget :D 9. Kisah Sang Kerudung Merah (Serpentwitch) Salah satu kisah lain tentang gadis berkerudung merah. Saya kurang tahu untuk kisah lainnya *belum pernah baca dan nonton sampai habis soalnya* :p 10. Leyt - Hasrat Bebas (Elbintang) Bingung bacanya. Tokohnya banyak, terus tiba-tiba terjadi huru-hara ?) Kalau dibuat versi yang lebih panjang, mungkin bisa dimengerti :) 11. Menuju Akhir Masa (Shienny M.S) Hidup itu tidak butuh kesempatan kedua. Yang ada harus menggunakan kesempatan yang diberikan oleh Tuhan dengan sebaik-baiknya. Karena belum tentu apa yang kita inginkan berdampak baik bagi orang lain. Nyesek sama endingnya >.< 12. Misteri Pulau Goudian (Rickman Roedavan) Hmm... penulisnya terinspirasi dengan Pirates of the Carribean atau One Piece sepertinya :p Tapi, suka. Cerpennya bagus *jempollll* :D 13. Neil//Lien (Magdalena M. Amanda) Saya pikir awalnya kepribadian ganda, tapi ternyata bukan. Pesan yang disampaikan di cerpennya bagus :D 14. Noel (Feby Anggra) Cerpen yang membuat saya terus bertanya-tanya ~_~ Koq bisa begini? Koq bisa begitu? *dalam arti positif* Saya agak lemah untuk genre sci-fi seperti ini soalnya. 15. Oris (I.B.G. Wiraga) Saya koq kebayang sama The Series of Unfortunate Events ya? Ah sudah, lupakan saya memang tukang hayal :p Ceritanya sama gak sama koq, tapi cerpen ini cocok untuk dikembangkan lebih lanjut, jadi novel anak-anak atau young-adult mungkin? Ayo dibuat novelnya :D 16. Petra (Bonmedo Tambunan) Nama-namanya susah dihapal *kena toyor lagi* :)))) 17. Selamanya Bersamamu (Fachrul R.U.N.) Maaf kak... saya penasaran dengan nama belakangnya. R.U.N itu kepanjangan dari apa? XD -back to topic- Psycho! Hahaha... keseringan ditolak berakibat buruk ya? 18. Selamat Datang di Wonderland (Kristy S. Tjong) Pertama baca judulnya, saya pikir tentang Alice! tapi ternyata bukan. Bagus... suka :D Pernyataan aneh yang terlintas : orang terkaya di Wonderland itu sepertinya Cyrobo XD 19. Tukang Sapu (Erwin Adriansyah) Agak ga ngerti. Efek baca jam 2 malem kayanya -__- 20. Wanita Pembisik (Xeno) Kirain wanita pembisik itu tukang gosip. Lagi-lagi, saya adalah tukang hayal -__- Cerpennya bagus. Hanya harus benar-benar bacanya, soalnya alurnya maju muncur. Top :) Pokoknya Fantasy Fiesta 2011 : Recommended untuk dibaca! :D

  4. 5 out of 5

    Melody Violine

    Setelah beberapa bulan dinantikan, akhirnya kumpulan cerpen Fantasy Fiesta 2011 terbit juga. Antologi ini berisi 17 cerpen terbaik dari lomba cerpen Fantasy Fiesta 2011 ditambah 3 cerpen karya masing-masing juri. Sebagai lomba cerpen fantasi, FF sudah diadakan tahunan sejak 2009, tetapi antologinya baru terbit tahunan sejak 2010. Saya termasuk peserta pada lomba terakhir dan, sayangnya, walaupun masuk 100 besar, cerpen saya tidak lolos untuk diterbitkan. Bagaimanapun juga, ikut serta dalam Fanta Setelah beberapa bulan dinantikan, akhirnya kumpulan cerpen Fantasy Fiesta 2011 terbit juga. Antologi ini berisi 17 cerpen terbaik dari lomba cerpen Fantasy Fiesta 2011 ditambah 3 cerpen karya masing-masing juri. Sebagai lomba cerpen fantasi, FF sudah diadakan tahunan sejak 2009, tetapi antologinya baru terbit tahunan sejak 2010. Saya termasuk peserta pada lomba terakhir dan, sayangnya, walaupun masuk 100 besar, cerpen saya tidak lolos untuk diterbitkan. Bagaimanapun juga, ikut serta dalam Fantasy Fiesta 2011 merupakan pengalaman yang luar biasa sekaligus kesempatan untuk berbagi ilmu kepenulisan bersama ratusan peserta lain. “Bentala – Imaji” sangat cocok menjadi cerpen pembuka. Fredrik Nael sebagai pengarangnya seperti mengingatkan kita untuk kembali menengok apa yang hilang setelah kita larut dalam kefanaan dunia. Tokoh Tala sudah lama melupakan sosok Aji yang ditulisnya sewaktu kecil, dan kini, sesudah diingatkan kembali oleh perempuan misterius, akankah Tala membantu Aji menggapai langit? Berapa banyakkah di antara kita yang sesungguhnya mencintai dunia imajinasi, tetapi telah lama meninggalkannya? Bersiaplah untuk dibangunkan oleh dua puluh dunia imajinasi yang terkumpul dalam buku ini. Beberapa cerpen di dalam buku ini sudah pernah saya baca semasa penjurian lomba. Cerpen yang paling berkesan tentu saja “Selamanya Bersamamu” karya Fachrul R.U.N. Tokoh Margarita Paulson dan caranya mengabadikan sang kekasih tidak ada duanya. Tuturan Fachrul dalam cerpen ini pun tergolong unik: kita seperti mendengarkan Margarita sedang mengoceh (sekaligus menyiksa) Richter si raja iblis yang dicintainya. Cerpen yang menurut saya paling menyentuh adalah “Hari Terakhir Ishan” karya Cloverwitch. Pembaca bisa sesak membayangkan perasaan Ishan yang menghitung hari sebelum diasingkan. Kini setelah mengenal pengarangnya, jika saya membaca cerpen ini lagi, saya membayangkan Cloverwitch yang mungil sebagai Ishan dan semakin terharulah saya. Luz Balthasaar dengan “Dongeng Kanvas” karya dan Magdalena M. Amanda dengan “Neil | Lien” juga membuat kita perlu menyiapkan tisu untuk membacanya. Cerpen-cerpen lainnya menyuguhkan dunia imajinasi yang mempunyai kestimewaan tersendiri. Kita diseret untuk bertahan hidup di taman bermain mematikan dalam cerpen “Selamat Datang di Wonderland” karya Kristy S. Tjong atau di “Misteri Pulau Goudian” karya Rickman Roedavan. Sosok bersahaja seperti “Tukang Sapu” bisa digubah oleh Erwin Adriansyah menjadi makhluk misterius yang sedang mencari tujuan hidupnya. Apakah ketika seorang raja seperti “Bhupendra Gagan” bisa diangkat menjadi cerita yang menarik oleh Salvirius Sandy? Silakan serap sendiri asyiknya menjelajahi kisah mereka dan kisah-kisah lain yang tak kalah serunya. Fakta menarik yang tak boleh dilewatkan dari kumcer Fantasy Fiesta 2011 adalah bahwa cerpen “Petra” karya Bonmedo Tambunan merupakan cerita kompanyon untuk buku seri Xar & Vichattan. Apabila kita sudah membaca seri tersebut, “Petra” bisa menjadi pelepas rindu sebelum XV ketiga diluncurkan. Apabila belum, “Petra” sanggup menggelitik kita untuk berkecimpung dengan XV. Dari segi kemasan, saya senang kertas dan huruf FF 2011 enak dibaca, terutama bila dibandingkan dengan FF 2010. Semoga tahun ini lomba FF melahirkan lebih banyak cerpen fantasi yang fantastis dan semoga antologi cerpen Fantasy Fiesta 2012 lebih seru lagi.

  5. 4 out of 5

    Dewi Kirana

    Buatku, buku Fantasy Fiesta yang kedua ini lebih berasa fantastis dari yang sebelumnya. Fantastis dalam artian sangat menawarkan rasa fantasi. Membacanya benar-benar membuatku berkelana ke tanah angan. Membuatku merasa setiap kisah dalam buku ini adalah 'high fantasy', walaupun pada kenyataannya tidak begitu. Ada beragam macam fantasi di sini, dan yang satu dengan lainnya tidak ada yang sama. Berikut ini kesan-kesanku untuk setiap cerpen: 1. Bentala - Imaji Versi yang udah diedit ini lebih jelas pe Buatku, buku Fantasy Fiesta yang kedua ini lebih berasa fantastis dari yang sebelumnya. Fantastis dalam artian sangat menawarkan rasa fantasi. Membacanya benar-benar membuatku berkelana ke tanah angan. Membuatku merasa setiap kisah dalam buku ini adalah 'high fantasy', walaupun pada kenyataannya tidak begitu. Ada beragam macam fantasi di sini, dan yang satu dengan lainnya tidak ada yang sama. Berikut ini kesan-kesanku untuk setiap cerpen: 1. Bentala - Imaji Versi yang udah diedit ini lebih jelas penceritaannya daripada yang sebelumnya (kudos to you Fred!). Tapi entah kenapa, kesan Studio Ghibli yang terasa di versi awalnya nggak kerasa lagi di versi ini. Sayang banget sebenernya. Tapi nggak apa-apa. Cerita ini masih tetap sebuah cerita yang filosofis namun tetap manis buatku. 2. Bhupendra Gagan Cerpen yang benar-benar membuatku kagum dengan idenya. Sebuah revolusi yang dimulai hanya dengan sebuah kata. Sangat pantas jadi juara ketiga Fantasy Fiesta. Entah aku yang salah ingat atau tidak, di versi sebelumnya diceritakan Bhupendra menghilang setelah revolusi terjadi. Buatku, ini lebih berkesan, karena sampai akhir kita tidak tahu apa yang sebenarnya ada dalam kepala Bhupendra ketika memberikan perintah tersebut. Versi yang sekarang memang bagus, Bhupendra terlihat lebih manusiawi, tapi tetap saja, buatku lebih berkesan yang dulu. 3. Dongeng Kanvas Ah, cerita favoritku. Cerita yang manis, dengan gaya penulisan yang sederhana namun tetap puitis. Aku suka banget cara Luz menggambarkan bagaimana Una mempersepsi dunia di sekelilingnya, padahal dia buta. Aku juga suka banget pembedaan warna melalui wanginya. Thumbs up buat Luz! 4. E [Epsilon] Lanjutan dari cerita Mbak D sebelumnya di Fantasy Fiesta 2010. Penulisannya rapi dan mengalir lancar. Hanya saja aku kurang sreg dengan penulisan teriakan dalam huruf kapital semua. Agak over menurutku. Dan nama asli Epsilon adalah... itu? (biar nggak spoiler) Agak maksa buatku. Kenapa nggak dikasih nama biasa aja sih? 5. Enam Belas Menit Aku suka bagaimana sang suami berusaha mencegah apa yang akan terjadi dengan berbagai cara. Dan aku juga suka bagaimana sang istri digambarkan menyadari apa yang akan terjadi secara perlahan. Sangat rapi dan nggak maksa. Memang pantas jadi juara kelima. Thumbs up for you! 6. Hari Terakhir Ishan Salah satu cerpen yang nggak sempet kubaca versi aslinya. Seperti yang sudah pernah kutulis, cerpen ini memberikan kesan kepasrahan yang sedikit sedih dan pahit, tapi tetap manis. Bagaimana kita merasa begitu tenang, walaupun akan menghadapi sesuatu yang tak terelakkan. Bagaimana kita tetap merasa sedih, namun juga bisa tersenyum, karena tahu bahwa apa yang kita lakukan itu benar. Salah satu cerpen yang meninggalkan kesan mendalam buatku. 7. Hikayat Pungguk Merindukan Bulan Pertama kali membaca versi asli cerpen ini, aku merasa gaya bahasanya terlalu berhikayat, jadi aku agak susah menikmatinya, walaupun nggak bisa disangkal kalau cerita ini sangat bagus. Tapi versi editan ini jauh lebih bagus dan baik daripada sebelumnya. Kudos buat Om Pur. Kekuatan cerita ini terletak pada ceritanya yang epik, tapi tetap bisa tersampaikan dengan baik dalam jumlah kata yang terbatas. Bayangkan, cerita bergulir dalam rentang masa sampai ratusan tahun, melibatkan dua kelompok besar, bahkan sampai ada perang kolosalnya segala, tapi semua itu bisa diceritakan dengan sangat baik hanya dalam 3000 kata! Sangat luar biasa buatku. Makanya cerpen ini bisa jadi juara pertama (congrats ya Om!) 8. Kembali ke Morova Cerpen yang sangat nyata buatku, sampai-sampai aku sempet nanya ke Mbah Google apa tempat yang namanya Sarajevo dan Morova itu beneran ada apa nggak. Penamaan karakternya juga berasa satu rumpun buatku, menunjukkan penulisnya nggak setengah-setengah waktu menulis cerita ini. Aku nggak terlalu memusingkan apa yang sebenarnya terjadi pada tokoh utamanya, kenapa ia bisa bernasib seperti itu. Yang penting buatku adalah emosi dalam cerita ini, dan emosi dalam cerpen ini tersampaikan dengan sangat baik. Thumbs up! 9. Kisah Sang Kerudung Merah Aku sudah pernah membaca versi sebelumnya. Entah versi yang sekarang berubah banyak atau tidak, buatku paragraf-paragraf awal cerita ini (dan beberapa paragraf lainnya di cerita) agak kelewat berlebihan pendeskripsiannya buatku. Tapi, sebagai orang yang juga punya penyakit sama, aku benar-benar bersyukur dapat pembelajaran seperti ini. Mungkin aku emang orang yang lemot, baru ngeh kekurangan diri sendiri kalau melihatnya di orang lain (lah ini kok jadi curcol?) Anyway, aku termasuk orang yang agak kurang setuju dengan penceritaan tudung-tudung lain di akhir cerita (di versi awal). Tapi sewaktu dihilangkan, kok jadinya endingnya malah nggak sememuaskan cerita awalnya ya buatku? 10. Leyl - Hasrat Bebas Cerpen yang sangat Mbak Elbintang sekali, penuh dengan simbolisasi. Cerita ini sebenarnya malah lebih bisa kumengerti daripada cerita-cerita Mbak El sebelumnya (yang diikutsertakan pada setiap Fantasy Fiesta), tapi tetep aja agak susah memahaminya. Endingnya memang agak ambigu menurutku, tapi sedikit banyak aku menangkap apa maksudnya (mudah-mudahan). 11. Menuju Akhir Masa Cerpen dengan ending terbagus di FF 2011. Aku bener-bener nggak nyangka ceritanya bakal diakhiri seperti itu. Bener-bener bikin shock! Adegan Amon mengamati kukunya itu terlalu anime/manga-ish buatku, padahal taste ceritanya nggak sebegitu anime/manga-ish nya. Agak jarring buatku (entah apa ini artinya dalam bahasa Indonesia), jadinya mengurangi kenikmatan membaca. Tapi tetep tertolong karena endingnya yang bagus itu. 12. Misteri Pulau Goudian Cerita fantasi bertema bajak laut yang menurutku merupakan tema yang sangat segar dalam dunia fikfan Indonesia, karena sebelumnya aku belum pernah baca yang serupa (catet: aku belum baca buku Cancelot and Rucastle, jadi harap dimaklumi). Ceritanya sendiri bagus, dengan penuturan yang rapi. Sayang penjelasan mengenai misteri pulau itu agak kurang mengesankan buatku. Tadinya aku berharap misteri pulau Goudian memang ada hubungannya dengan sesuatu yang magis atau out-of-this-world. Tapi ternyata ujung-ujungnya tetap sifat manusia, sehingga membuatku agak... yah...kecewa jadinya. 13. Neil || Lien Ini juga cerita favoritku, sejak aku pertama kali membacanya sewaktu belum diikutkan dalam Fantasy Fiesta. Gaya penceritaannya sangat mudah diikuti dan dinikmati (khas Juu lah), dan aku sangat suka karakterisasi beserta emosi tokoh-tokoh dalam cerita ini. Thumbs up buat Panda! 14. Noel Entah kenapa, cerita ini kurang meninggalkan kesan buatku. Waktu nama Marcus muncul lagi, aku harus balik ke halaman sebelumnya untuk nyari tahu siapa Marcus itu sebelumnya (sama sekali nggak tertinggal dalam ingatanku tokoh yang mana Marcus itu). Ada twist di endingnya, tapi entah kenapa tidak sebegitu shockingnya buatku. 15. Oris Cerita mirip dongeng yang sangat manis, membuatku jadi bernostalgia akan masa kecil dulu (deuu, berasa tua amat). Gaya penceritaanya juga sangat rapi dan jelas, membuat kisah ini sangat bisa dinikmati. Thumbs up! 16. Petra Cerita kompanyon dari Xar & Vichattan. Kenapa sih disebut kompanyon? Istilahnya aneh banget. Kenapa nggak disebut cerita pelengkap aja? Cerita ini menggambarkan masa lalu Petra, yang berkaitan dengan keputusan dan tindakannya yang diceritakan di buku kedua Xar & Vichattan. Bagi yang sudah membacanya, cerita ini memberikan pemahaman yang lebih atas tokoh Petra. Tapi bagi yang belum membaca, bisa jadi malah membingungkan. Anyway, gaya penceritaannya masih khas Bang Boni (dalam artian bagus, rapi, runut, enak dibaca, dst dst). Karakterisasinya berbeda untuk setiap tokoh, walaupun tokoh-tokoh dalam cerita sependek ini terhitung banyak. Inilah salah satu kelebihan Bang Boni menurutku. 17. Selamanya Bersamamu Salah satu cerpen yang sempat kubaca versi awalnya. Kesan yang didapat adalah disturbing yang amat sangat (ini juga kata yang entah apa padanannya dalam bahasa Indonesia), sehingga nggak heran tokoh utama cerita ini sampai meraih penghargaan villain paling [email protected]@ss. Tapi entah kenapa, versi yang di buku ini kurang terasa taste disturbing-nya kalau dibandingkan versi yang sebelumnya. 18. Selamat Datang di Wonderland Cerpen yang juga belum sempat kubaca versi aslinya. Cerpen ini mengingatkanku pada sebuah manga yang tokoh-tokohnya juga harus menyabung nyawa demi mendapat poin yang dapat ditukar dengan kebebasan. Disturbing, tapi juga mengandung taste yang sinis dan somehow lucu (walaupun lucu dalam artian disturbing, ya). Buatku cerpen ini juga cukup berkesan. Thumbs up! 19. Tukang Sapu Satu lagi cerpen terfavorit! Cerita kritik sosial yang disampaikan dengan gaya penceritaan yang rapi jali, tapi juga lucu, terkadang puitis, dan yang pasti meninggalkan kesan yang amat kuat (khas Ewing lah). Aku terutama sangat suka proses penyatuannya. Seperti yang pernah kukomentari, cara Ewing menggambarkan proses tersebut membuatku bisa membayangkannya dengan jelas dalam kepalaku, dalam bentuk slow motion yang memperlihatkan setiap detil proses tersebut. Kudos to you Ewing! 20. Wanita Pembisik Satu lagi cerpen yang kurang berkesan buatku. Dan logika ceritanya sedikit membingungkan. Kalau Nahra baru bisa jadi Pembisik kalau sudah membalaskan dendam, kenapa dia bisa menggunakan kekuatan Pembisik sewaktu membalaskan dendamnya ya? Atau aku yang miss sesuatu di sini? Secara keseluruhan, aku sangat menikmati semua cerpen yang ada di dalam buku ini. Sayangnya, masih banyak typo bertebaran di sana-sini, yang sangat mengganggu kelancaran membaca. Jadinya aku cuma ngasih empat bintang alih-alih lima.

  6. 4 out of 5

    Marchel

    Senangnya pas tau menang kuis dengan hadiah buku ini. Nda perlu beli \^^/ 1. BENTALA - IMAJI Nda ngerti dengan ide ceritanya. 2* 2. BHUPENDRA GAGAN Bahkan sesuatu yang diawali dengan buruk, akhirnya berakibat baik. Itu idenya. Tapi dari segi logika penceritaan, cerpen ini terus terang bikin daku mengernyitkan dahi. Bingung. 3* 3. DONGENG KANVAS Bagaimana menilai suatu lukisan tapi dirimu tidak paham soal seni lukis? Cobalah baca cerpen ini, mungkin bisa membantu ^^ 4* 4. E [EPSILON] Tau tentang kekuatan Senangnya pas tau menang kuis dengan hadiah buku ini. Nda perlu beli \^^/ 1. BENTALA - IMAJI Nda ngerti dengan ide ceritanya. 2* 2. BHUPENDRA GAGAN Bahkan sesuatu yang diawali dengan buruk, akhirnya berakibat baik. Itu idenya. Tapi dari segi logika penceritaan, cerpen ini terus terang bikin daku mengernyitkan dahi. Bingung. 3* 3. DONGENG KANVAS Bagaimana menilai suatu lukisan tapi dirimu tidak paham soal seni lukis? Cobalah baca cerpen ini, mungkin bisa membantu ^^ 4* 4. E [EPSILON] Tau tentang kekuatan telekinesis, atau kekuatan supranatural? Nah, itu ide ceritanya. Segi penceritaan? membingungkan, mungkin karena ini cuma cerpen. Berpotensi untuk dikembangkan menjadi novel. 3* 5. ENAM BELAS MENIT Bagaimana rasanya terjebak dalam waktu dan mengalami hal yang sama berulang kali? Nah, menurutku sebaiknya sih cerita ini ada penyelesaiannya. Tapi mungkin itu tujuan pengarangnya, membuat pembacanya mati penasaran!! 4* 6. HARI TERAKHIR ISHAN Apa yang akan dirimu lakukan jika dirimu dipilih untuk dikorbankan demi keselamatan, bukan hanya orang yang disukai, namun seluruh dunia ini? Lari n kabur, atau menerimanya dengan rela ? Great ! 4* Saran, mungkin judulnya bisa diubah menjadi PILIHAN ? Judul terlalu mencerminkan akhir cerita -___- kurang * jadi 3* 7. HIKAYAT PUNGGUK MERINDUKAN BULAN Bukan lagi sekedar peribahasa !:D Atau ini bukti adanya alien ? Setidaknya itulah yang gw rasakan. 4* 8. KEMBALI KE MOROVA (view spoiler)[Kita semua punya tujuan, ntah mati ntah masih hidup. Satu pertanyaan yang pasti ada, how it happen? Sang gadis yang menjadi pelakunya? Kok temennya mati n dilempar keluar kereta malah biasa saja? Eh itu mah 3 pertanyaan ya :p (hide spoiler)] N ini konfirmasi. Yap kutemukan bekas cakaran kucing di halaman pertama cerpen ini. Hatur nuhun, Kang! 3* 9. KISAH SANG KERUDUNG MERAH Oh begitu toh?! Versi yang teramat berbeda dari cerita populer anak-anak. 3* 10. LEYL - HASRAT BEBAS Membingungkan... 2* 11. MENUJU AKHIR MASA Apa yang kau lakukan? Saat tau dirimu mati karena kecelakaan yang disebabkan oleh orang lain, dan dirimu mendapat tawaran untuk hidup kembali? Take it or not? Great story ! Cerita dengan pilihan moral yang amat dalemmmm 5* 12. MISTERI PULAU GOUDIAN aakkkhh seremmm ! Walau nda jelas penuturan ceritanya, seperti ada yang dilewatkan saja. Mungkin karena format cerpen. Potensial dikembangkan jadi novel. 4* 13. NEIL//LEIN Kembar tapi hanya di dalam cermin ? Ide bagus, tapi penuturan cerita jadi aneh dibacanya. Maybe, bisa dikembangkan menjadi novel ? 3* 14.NOEL Oh, dengan jujur gw terjebak. Sial, gw nda nyangka. 4* 15. ORIS Heh, penasaran ama kucingnya. 3* 16.PETRA Oh jadi begituu. Bang, makin penasaran nih ama X&V buku ke 3 ! 4* 17. SELAMANYA BERSAMAMU SADIS !!! Cinta dan benci emang dipisahkan sekat yang teramat tipissssssssssssssss. 3* 18. SELAMAT DATANG DI WONDERLAND Waksss, judulnya menipuuu ! Sayang tidak diceritakan kenapa semua yang terlibat tidak bisa mati. 3* 19.TUKANG SAPU Ide sederhana.., dengan hasil luar biasa. 4* 20.WANITA PEMBISIK Bagi yang tidak terbiasa dengan alur cerita yang bolak balik seperti cerpen ini, mungkin akan bingung membacanya. Tapii, kalo diceritakan dengan alur maju saja tidak akan menarik. 4* Total: 68* Rata2: 3,4* dibuletkan ke atas, karena banyak yang berpotensi jadi novel. If n only if, diolah dengan baik.

  7. 5 out of 5

    Ardani Subagio

    Fantasy Fiesta 2011. Buku kedua dari kontes cerpen fantasy yang sudah melewati tahun ketiganya. untuk saya sendiri, buku Fantasy Fiesta ini memiliki "rasa" yang berbeda dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, saya masih mampu membaca sebagian besar cerita yang ada, dan akhirnya ditampilkan dalam bentuk buku. Untuk yang ini, dengan jumlah peserta melebihi angka 300, saya terpaksa meninggalkan banyak cerpen tak terbaca. Beberapa diantaranya ada di dalam buku ini. Dan mereka memberi kesan "fresh" yang Fantasy Fiesta 2011. Buku kedua dari kontes cerpen fantasy yang sudah melewati tahun ketiganya. untuk saya sendiri, buku Fantasy Fiesta ini memiliki "rasa" yang berbeda dibandingkan tahun lalu. Tahun lalu, saya masih mampu membaca sebagian besar cerita yang ada, dan akhirnya ditampilkan dalam bentuk buku. Untuk yang ini, dengan jumlah peserta melebihi angka 300, saya terpaksa meninggalkan banyak cerpen tak terbaca. Beberapa diantaranya ada di dalam buku ini. Dan mereka memberi kesan "fresh" yang tidak ada dalam buku fantasy fiesta sebelumnya. Sebelum masuk pembahasan mendalam per cerpen, biarkan saya membahas beberapa hal umum yang mengganjal saya dalam membaca beberapa cerpen. Ini sebenarnya hal kecil yang tidak terlalu mengganggu, tapi cukup membuat mood membaca saya jadi tersandung-sandung. Yang pertama, perihal nama karakter. Saya tahu dalam menulis cerita fantasi, kita memang dibebaskan untuk menulis dalam setting lokasi, waktu, budaya, dan semacamnya seliar kita. Tapi ada baiknya jika untuk pemilihan nama karakter dipertegas dan sebisa mungkin tidak membuat pembaca harus menebak si karakter ini laki-laki atau perempuan? Beberapa kali syaa merasa sedikit kecele' sewaktu menyelami dialog suatu tokoh. Tokoh yang saya anggap laki-laki, ternyata perempuan. Demikian juga sebaliknya. Jadi, akan lebih baik jika para kontestan lomba Fantasy Fiesta berikutnya (yang merasa yakin cerpenhnya bisa dibukukan) untuk mempertegas nama2 karakter mereka. Entah maskulin atau feminin, yang penting tidak memaksa pembaca untuk menebak2 jenis kelamin mereka. Lalu berikutnya, saya sering sekali menemukan sebuah cerpen yang dibuka dengan dialog. Saya juga menyadari beberapa penulis yang menggunakan teknik seperti ini adalah mereka yang sudah membuat karya dalam bentuk novel. Sebenarnya, jika saya menemui sebuah bab baru dalam novel dibuka dengan sebuah dialog, saya tidak akan merasa seterganggu ini. Tapi lain cerita jika sebuah cerpen dibuka dengan sebuah dialog. Terutama dalam kumpulan cerpen seperti ini. Dalam kumpulan cerpen seperti ini, setiap cerpen peserta bisa mengambil lokasi yang sangat jauh berbeda. Setting waktu yang digunakan pun sangat mungkin berbeda jauh, antara yang satu menggunakan masa medieval fantasy sementara yang lain petualangan luar angkasa. Karakternya pun belum tentu manusia. Ini berarti, imajinasi pembaca akan di-reset ulang setiap habis membaca cerpen. Dan untuk alasan ini saya tidak bisa menikmati cerpen yang dibuka dengan dialog, apalagi tanpa pemerjelas siapa tokoh pembicaranya. Jika saya menemuinya dalam novel, dengan karakter yang sudah saya kenal, saya tidak akan menganggapnya gangguan. Tapi dalam sebuah cerpen baru yang tokohnya sama sekali tidak saya kenal, dengan setting yang masih asing dan lokasi waktu yang juga belum saya ketahui, dialog di awal cerpen membuat saya merasa semakin terasing dengan cerita. Saya belum mengenal apa pun dalam cerpen ini, tiba-tiba dipaksa untuk mengikuti pembicaraan yang saya tidak (belum) bisa relate apa pentingnya. Kenapa saya harus mengikuti pembicaraan para karakter ini sampai selesai? Dan dalam dialog tidak ada yang bisa mencegah saya untuk kembali membuka halaman daftar isi dan mencari halaman cerpen selanjutnya. Kinda harsh, but it's true. Dan pembukaan review saya ini sepertinya sudah terlalu panjang. Jadi, mari kita lanjut ke main event. Mulai dari cover, Fantasy Fiesta 2011 ini sudah terlihat sangat berbeda dengan kakaknya. Jika dalam FF 2010 kita semua disambut oleh seorang elf cantik yang membuat kita ingin menangkap tangannya dan berdansa bersama di tengah aula mengikuti alunan Rhytma, pada FF 2011 ini kita disambut oleh dua sosok yang akan kita hindari tangan mereka di tengah aula dansa. Yang pertama adalah seekor kapten berang-berang kucing tapi sebenarnya berang-berang yang kelihatan serius sekali menjaga gerbang. Berikutnya adalah monster es raksasa dengan mata dan mulut dari api membara, yang akan membuat siapa pun yang melihatnya langsung berteriak "FUS RO DAH!!" Dan di balik mereka, adalah para tokoh utama cerpen ini. Asyik berbincang bersama di bawah tatapan makhluk suci Amor dan Pietas. And with their blessing, I took the liberty of classifying these stories into several categories. Penggolongan yang tentu saja berdasarkan kesan saya setelah membaca tiap2 cerita. Least favourite 1. Bentala - Imaji Ide cerita cerpen ini sebenarnya menarik, dan adegan flashback yang ditampilkan selang-seling dengan cerita utamanya membuat saya berpikiran bahwa kedua tokoh adalah orang yang sama. Dan sejujurnya ini cukup memantik rasa penasaran. Apa yang akan terjadi pada tokoh utama di masa kecil yang mempengaruhi sikapnya di masa depan? Sayang, pertanyaan ini tidak benar-benar terjawab, dan tidak ada kesan yang kuat bahwa kisah dalam flashback memiliki hubungan dengan kisah utama. 2. Bupendra Gagan Kisah tentang seorang Raja yang menghukum mati setiap pengucap kata "aku", dan menggantinya dengan kata "Tuhan". Sebenarnya, ide cerita ini sangat menarik, apalagi mengambil tempat di sebuah negeri yang konon benar-benar ada. Yang membuat saya meletakkannya dalam kategori ini adalah, saya merasa tertipu dengan alur cerita. Sewaktu cerita dimulai, saya mengira kisah akan berlanjut dari sudut pandang sang Raja. Apalagi Raja ini masih bisa berpikir sehat di tengah pesta yang membuat orang lain mabuk sampai tertidur. Tentu saya ingin tahu kelanjutan cerita dari sudut pandangnya. Tapi, cerita ternyata melompat dari sudut pandang seorang jenderal yang seakan tiba-tiba muncul dalam cerita, dengan background story dikisahkan begitu saja kepada pembaca. Saya juga kecewa melihat sistem peradilan di cerpen ini. Tadinya saya mengira bahwa para pengucap kata "aku" akan dibawa ke pengadilan, di hadapan sang Raja yang bijak, untuk kemudian diberi hukuman mati seperti yang sudah dititahkan. Tapi, ternyata tidak sama sekali. Para karakter di cerpen ini justru malah main hakim sendiri, asal tebas siapa saja yang mengucap "aku" tanpa perlu melewati proses pengadilan. Begitu besarnya efek main hakim sendiri ini, sampai prajurit yang lebih rendah pun bisa mengusir atasan mereka. Saya sebenarnya bisa menangkap pesan moral yang ingin disampaikan sang penulis, tapi sayang cerpen ini terlalu mengecewakan untuk saya. 3. Hari Terakhir Ishan Cerpen ini termasuk salah satu cerpen dengan nama yang tidak begitu tegas. Awalnya, saya kira Ishan itu laki-laki. Begitu tahu ternyata perkiraan saya salah, saya harus mengatur ulang imajinasi yang sudah terbentuk tentang si Ishan ini. Latar belakang ceritanya terkesan sangat "grand" untuk ukuran cerita pendek. Mungkin (mungkin saja) cerita ini awalnya dibuat untuk versi yang lebih panjang. Latar belakang kisah, mitologi, agama, hingga ritual yang menyokongnya terasa lengkap dan dipikirkan matang2. Sayangnya, hal yang sama tidak terjadi pada karakter2nya. Ishan adalah seorang pendeta wanita kuil Vihelvanja. Bukan hanya sembarang pendeta, Ishan adalah keturunan dari pahlawan(?) di masa lalu yang menjelma menjadi pohon raksasa penopang dunia. Pada saatnya, Ishan harus menerima takdirnya mengorbankan nyawa agar pohon kehidupan, dan semua nyawa di dunia, bisa terus berjalan. Konsep yang sangat menarik dan bisa menjadi trigger untuk berbagai macam cerita, sayang sikap Ishan di sini tidak seperti pendeta wanita yang mengabdikan hidupnya pada kuil atau pun seluruh kehidupan. Di sini, Ishan terlihat seperti gadis remaja yang tiba-tiba saja mendapat tugas atau perintah untuk mengorbankan dirinya demi kelangsungan umat manusia. Padahal, sebagai keturunan pahlawan besar di masa lalu, terutama sebagai kunci utama kelangsungan manusia nantinya, Ishan seharusnya memiliki posisi yang tinggi di dalam kuil. Ia akan diajari semuanya tentang ilmu agama semenjak ia lahir, tumbuh berkembang, hingga akhirnya ia dewasa. Ia seharusnya sudah benar-benar mengerti tentang tugas utama yang harus ia emban sebagai keturunan Marquelith. Bahkan mungkin menyambut upacara pengorbanan diri itu dengan senang hati karena kematiannya akan menjamin kehidupan manusia. Bandingkan sikap Ishan ini dengan Yuna dari FF X. Yuna juga adalah seorang pendeta dari agama yang berkembang luas di Spira. Ia menempuh perjalanan untuk menyelamatkan dunia, benar-benar menyadari bahwa di akhir perjalanannya nanti ia akan mati. Selama memainkan FF X, pernahkah terlihat Yuna bersedih atau menyesali takdirnya? Berbeda sekali dengan Ishan yang selalu digambarkan sebagai gadis sedih oleh sang penulis. Ketemu ibunya, sedih. Ketemu adiknya, sedih. Ketemu pacarnya, sedih lagi. Aku jadi merasa Ishan ini terlalu one dimensional. Dan karena sikap Ishan yang seperti inilah, aku tidak bisa membaca cerpen sampai selesai. 4. Leyl - Hasrat bebas Sejujurnya, aku tidak bisa mengerti point utama cerpen ini. Masalah terbesarnya sebenarnya karena nama Leyl itu sendiri yang tidak jelas apakah laki-laki atau perempuan. Saya menganggap itu laki-laki dengan asumsi kalau perempuan pasti diberi nama Leyla, tapi ternyata saya salah. Leyl ini sepertinya salah satu anggota dari kaum perubah wujud, hampir menginjak masa kedewasaannya, dan akan menghadapi semacam ujian untuk kedewasaan itu. Sayangnya, semua ini ditampilkan dalam dialog super panjang dengan berbagai kalimat2 kecil antara Leyl dengan temannya yang mengisyaratkan bahwa mereka benar-benar paham dengan ujian ini. Tahu apa yang akan terjadi dan seperti bersiap menyelesaikannya sebaik mungkin. Tapi, pembaca tidak sama tahunya tentang ujian ini seperti mereka. Aku hanya bisa dibuat menebak-nebak maksud ucapan mereka dan seberapa penting ujian ini untuk mereka. Seberapa penting bagi pembaca sendiri untuk melanjutkan membaca. Tapi belum sampai saya pada kesimpulan, karakter baru dimunculkan, dengan gaya bicara yang sudah sangat tahu apa yang akan terjadi, seperti Leyl dan temannya. Dan saya semakin merasa terasing. Dan saya pun kembali ke halaman daftar isi. 5. Noel Kenapa cerpen ini saya letakkan di daftar ini? Karena bagian awal cerita ini terlalu dipenuhi dengan flashback dan kilasan masa lalu yang terasa terlalu membebani cerita. Membuat cerita tidak dapat melaju kencang dan langsung menuju inti masalah. Selain itu, ada beberapa bagian dalam cerpen ini yang membuat saya merasa si penulis terlalu sadis dalam mengedit. Beberapa bagian terasa melompat begitu saja ke bagian lain, tanpa bagian perantara yang lancar. Akibatnya, sebelum saya sempat merasa "kenal" dengan tokoh utama, Noel tiba-tiba diculik dan dibawa entah ke tempat apa. Dan saya tidak merasa cukup khawatir untuk melihat akhir perjalanannya. 6. Wanita Pembisik. Sama seperti Noel, cerita ini juga diisi terlalu banyak flashback di bagian awal. Melihat banyaknya adegan aksi dalam flashback-nya, saya sempat merasa mungkin cerita sebaiknya dimulai ketika wanita itu melarikan diri dari istana, lalu langsung time skip ke masa ia menghancurkan kota. Paling tidak, alur cerita akan terasa berjalan maju, walau pun kencang. Setidaknya cerita beralur maju (menurut saya) lebih bagus dari cerita yang maju-mundur berulang-ulang karena flashback. Enjoyable enough 1. E [Epsilon] Sekuel dari cerpen milik penulis yang sama di FF 2010. Epsilon mengisahkan kelanjutan kisah para penyelidik dengan kekuatan supranatural menginvestigasi bocah yang terasuki kekuatan Rangda. Kisah ini sangat menarik, dengan adegan aksi yang ditampilkan cepat dan kuat oleh penulis. Sayangnya, beberapa adegan seakan terjadi secara "tiba-tiba". Seperti salah satu karakter yang Tiba-tiba berubah menjadi antagonis (walau sempat ada hint untuk ini, tapi tidak kentara hint sama sekali). Rasa tiba-tiba yang paling terasa adalah nama asli si bocah. Entah dapat wangsit dari mana, si tokoh utama mendadak saja bisa menebak nama asli tokoh utama dan tebakannya benar! Ditambah lagi setelah diberitahu nama aslinya, si bocah berhasil mengendalikan kekuatannya dan menolong tokoh utama dari jurang kekalahan. Couldn't shake the feeling of a Deus ex Machina. Jika ada sedikit saja petunjuk tentang nama asli si bocah, cerpen ini akan mendapat nilai lebih tinggi. Sayang sekali, mungkin karena keterbatasan kata cerpen ini harus terasa seperti ini. 2. Enam Belas Menit Cerita tentang apa yang akan kita lakukan jika harus mengulangi enam belas menit terakhir bersama orang yang kita sayangi. Menarik, kreatif, dengan pembawaan cerita yang juga turut membuat pembaca merasa takut dan deg2an tentang tindakan sang tokoh utama. Sayang sekali, cerita ini seperti belum mencapai ending. Belum ada cara yang dilakukan si tokoh utama untuk mengakhiri masa enam belas menit ini. Atau mungkin memang penulis sengaja membuat endingnya terkesan "terbuka" untuk diinterpretasikan tiap pembaca? 3. Misteri Pulau Goudian Cerita fantasi bersetting bajak laut. Cool. Dengan sikap asang tokoh utama yang benar-benar terasa seperti kapten kapal. Aku suka bagian mantan kaptennya dipenjara dan interogasi singkat sebelum ia dieksekusi. Dan menurutku cerita ini bisa lebih bagus lagi kalau apa penyebab kegilaan para awak kapal di pulau itu dijelaskan sedikit lebih banyak. Karena, toh, pada akhirnya ada seseorang seperti si tokoh utama yang tidak termakan godaan dan bisa mempertahankan akal sehat. Kalau semua orang selain dia sampai menjadi serakah, pasti ada pengaruh lain selain emas. Above Average. 1. Kembali ke Morova. Cerita yang menarik dengan twist yang sedikit tak terduga. Ending cerita sudah lumayan dapat ditebak memasuki bagian pertengahan, tapi toh itu tidak mengurangi keasyikan membaca cerita ini. 2. Kisang sang Kerudung Merah Reintrepretation dari dongeng lama yang sudah dikenal banyak orang. Aku suka bagian waktu si Kerudung Merah ketemu manusia setengah serigala di hutan dan bagian2 setelahnya. Hanya saja bagian pertarungannya kerasa kurang "menggigit" (padahal lawannya serigala), dan si antagonis yang menceritakan tujuan akhir dan cara dia memperolehnya itu terasa terlalu mirip dengan kuliah. Walau mungkin ini akibat keterbatasan kata. 3. Menuju Akhir Masa Cerita tentang seorang manusia yang digoda setan untuk membebaskan seorang malaikat. Sayang, semuanya palsu dan janji sang setan pun berakhir seperti janji2 setan lainnya. Selalu penuh tipu muslihat dan hal2 lain yang tak terlihat mata. Aku suka bagian akhirnya waktu si tokoh utama jadi saksi kecelakaan parah ala Final Destination. Cool. 4. Oris Cerita tentang asal mula kapten kucing seorang anak kecil yang mendapat warisan dari orang tua yang mendadak meninggal. Seperti cerita sinetron, anak ini pun menjadi incaran orang2 yang menginginkan hartanya. untungnya ada kapten kucing kucing kecil misterius yang menolongnya dalam berbagai kesempatan. Aku suka waktu si kucing membawa tokoh utama ke dalam pesawat luar angkasanya. Terasa seperti benar2 ada dalam dunia imajinasi. 5. Petra Cerita kompanyon dari seri Xar & Vichattan. Cara yang unik dari sang penulis mengembangkan dunia dan cerita yang sudah ada. Bagi mereka yang belum pernah membaca seri X&V (ke mane aje loe?) cerita ini bisa menjadi pintu masuk yang manis menuju dunia ceritanya. Dan bagi yang sudah membaca, kisah ini bisa menjadi pelengkap kisah tokoh2 yang mungkin sudah menjadi favorit pembaca. Hanya saja, karena setting waktunya terjadi sebelum kisah utama X&V, beberapa pembaca mungkin bisa dengan mudah menebak akhir dari cerita. Though it doesn't make it any less memorable. 6. Selamat Datang di Wonderland Salah satu cerita dengan judul yang menipu. Untuk sesaat terdengar ceria dan menyenangkan, tapi Wonderland di sini benar-benar berbeda dengan Wonderland yang bisa membuat anak kecil tertawa. Ada sedikit tambahan cerita dibandingkan dengan versi dalam lomba, sebuah tambahan yang cukup menarik untuk saya. Terutama karena hasil editan itu membuat ending cerita lebih terasa seperti sebuah klimaks. Top Favourite 1. Neil//Lien Sudah suka mulai dari judulnya, karena di FF 2011 ini judulnya benar2 terlihat seperti dipantulkan oleh cermin. Ceritanya juga terasa lebih lengkap dan padat dibanding versi dalam lomba. 2. Dongeng Kanvas Kisah tentang gadis buta yang berniat melanjutkan pekerjaan kakeknya sebagai pelukis kerajaan. Menarik dan sangat indah, terutama dalam proses menggambar seorang peri. Cara si gadis buta mengenali warna juga ditampilkan dengan menarik dan terasa improvisasi khas gadis buta yang mengandaikan setiap warna dalam bentuk yang biasa ia lukis. Indah. 3. Tukang Sapu. Pada awalnya saya menganggap cerita ini tidak jauh berbeda dengan cerita yang lain, apalagi karena penggunaan beberapa flashback di bagian awal dan pertengahan cerita. Saya sampai bertanya "Apa gunanya flashback di cerita ini?" Tapi ternyata flashback justru memegang peran penting dalam cerita, untuk membentuk string of logic dari si Tukang Sapu yang entah telah hidup berapa lama dan merindukan penciptanya. Akhirnya pun disampaikan dengan luar biasa, dramatis layaknya sebuah film. Lewat cerpen ini juga saya tahu, setelah sekian lama berteman dengan Ewing di dunia maya, ternyata di masa lalu Ewing adalah seorang Tukang Sapu. 4. Selamanya Bersamamu Saya harus protes pada orang yang mengatur urutan cerpen. Bisa2nya dia meletakkan cerpen ini tepat setelah Petra milik Bonmedo. Dia tahu nggak sih efeknya buat pembaca? Baru saja pembaca menyelami masa lalu salah seorang tokoh seri X&V, terhanyut bersama konflik batin luar biasa yang menimpa Petra, tiba-tiba saja pembaca harus bertemu Margarita? Nuansa sedih langsung berubah jadi horror! Seperti versi cerpen ketika diikutsertakan dalam lomba, Selamanya Bersamamu masih tetap dapat membawa pembaca dalam horror dan kengerian yang tidak bisa dilawan. Tidak bisa dikalahkan. Kita hanya bisa menangkupkan tangan dan berdoa. Semoga Richter tidak terlalu lama tersiksa bersama Margarita. 5. Hikayat Pungguk Merindukan Bulan Ini sebuah cerita yang curang. Kenapa curang? Karena beberapa kali saya merasa cerita ini tidak jauh berbeda dengan cerita2 lain yang memiliki "aroma" serupa. Dua orang dengan asal muasal yang berbeda, nantinya akan saling terpisah untuk waktu yang lama. Dan untuk beberapa saat memang terasa seperti itu, apalagi ditambah dengan beberapa kata yang tidak umum dipakai (dan terasa sedikit "ancient"), membuat saya mengikuti kisah dalam cerpen ini dengan perlahan-lahan. Tapi semua berubah ketika negara Api menyerang Pungguk dibawa pergi ke bulan. Tempo meningkat bersama dengan resiko pada pungguk pun semakin berbahaya. Pertempuran besar skala kolosal antara makhluk pribumi dengan alien, dan berakhirnya peperangan dengan salah satu pihak harus pergi. Di sini kecurangan lain dari Om Pur. Setelah perang, baru kita tahu kalau si Pungguk bisa hidup abadi. Dan ia pun terus hidup, tanpa ada teman2 sebangsanya. Tanpa ada Ulayn yang selalu setia menemaninya. Pungguk terus hidup sembari berharap, mungkin di sisi lain bulan, Ulayn hanya sedang tertidur. Suatu saat akan terbangun dan menemaninya sekali lagi. Curang! Curang! Kenapa Om Pur nulis cerpen yang bikin orang nangis?! Jadinya aku taruh di sini kan?! Curang, curang, curang!

  8. 4 out of 5

    Ulin Nuha

    Melanjutkan kesuksesan Fantasy Fiesta 2010, cerpen-cerpen terbaik dari kompetisi Fantasy Fiesta 2011 dikompilasi dalam satu buku antologi dengan judul yang sama. Masalah yang muncul waktu baca kumpulan cerpen adalah temanya yang berbeda-beda; ada tema dan cerita yang saya suka sehingga cepat bacanya dan ada cerpen yang saya anggap biasa sehingga menyebabkan waktu baca bertambah lama. Waktu baca bertambah karena biasanya saya butuh berhenti selama beberapa saat untuk bisa berpindah "dunia" pada c Melanjutkan kesuksesan Fantasy Fiesta 2010, cerpen-cerpen terbaik dari kompetisi Fantasy Fiesta 2011 dikompilasi dalam satu buku antologi dengan judul yang sama. Masalah yang muncul waktu baca kumpulan cerpen adalah temanya yang berbeda-beda; ada tema dan cerita yang saya suka sehingga cepat bacanya dan ada cerpen yang saya anggap biasa sehingga menyebabkan waktu baca bertambah lama. Waktu baca bertambah karena biasanya saya butuh berhenti selama beberapa saat untuk bisa berpindah "dunia" pada cerita lain. <-- curhat nggak penting. Genrenya memang fantasi, tapi tema yang diangkat cerpen-cerpen di FF2011 ini macam-macam; ada yang futuristik, cerita kerajaan, dongeng, science fiction, dan sebagainya (jadi keingat diskusi tentang speculative fiction dan fantasy di thread sebelah :D) Berikut ulasan singkat dan sotoy beserta rating masing-masing cerpen versi saya. Yang bintangnya sedikit, bukan berarti ceritanya jelek, tapi bisa karena itu bukan jenis cerita yang saya sukai atau saya yang nggak ngerti ceritanya. Bentala - Imaji: seperti cerpen Sang Pelukis di FF2010, saya perlu baca dua kali untuk memahami dan menangkap maksud cerita di cerpen ini. Bentala punya impian untuk menjadi penulis fiksi fantasi sedangkan Imaji punya mimpi untuk bisa terbang. Dan mereka menghadapi masalahnya sendiri-sendiri dalam memilih untuk mewujudkan impian atau memilih jalan lain yang lebih mudah. Tapi apa yang menghubungkan cerita Tala dan Aji ini? Aku suka tagline-nya: "Apalah artinya impian kalau tidak diwujudkan?" Ketika membaca, saya agak "kesenggol" dengan kisahnya Tala dan Aji ini. 4 bintang. PS: itu isi buntelannya Aji apaan sih? Baling-baling Bambu? Bhupendra Gagan: di sebuah negara, di dekat India, pada zaman sebelum masehi, sang Raja membuat peraturan aneh yang melarang penggunaan kata "aku" dan menggantinya dengan kata lain. Banyak korban berjatuhan karena tak sengaja mengucapkan kata tersebut. Namun ternyata, pelarangan penggunaan kata "aku" tersebut juga membawa banyak manfaat. Suka sih dengan ide cerita tentang revolusi kata ini, walaupun ceritanya seperti sejarah. Satu hal yang agak bikin bingung, mendekati akhir cerita Mehal masih pakai kata "aku" dan "-ku" setelah pelarangan tersebut, dan dia tidak dieksekusi. 3 bintang. Dongeng Kanvas: tagline-nya juga keren "Dan apakah beda dusta dan nyata, jika yang manapun menghasilkan keajaiban?" Ceritanya tentang Una, gadis buta yang bercita-cita menjadi pelukis kerajaan mengungguli kakeknya. Kakeknya memiliki kelebihan dalam melukis peri karena memercayai bahwa peri itu memang ada. Dan Una dihadapkan pada pilihan, untuk memercayai keberadaan peri atau meyakini logika dan menganggap bahwa peri yang tiap hari mendatanginya hanyalah dusta. Salah satu cerpen favorit saya di FF2011. 4.5 bintang. E (Epsilon): pas tahu kalau ini adalah cerpen lanjutan cerpen "Api" di FF2010, saya langsung penasaran soalnya itu salah satu cerpen favorit saya di FF2010. Ceritanya Indonesia punya semacam organisasi dengan agen rahasia yang memiliki kemampuan: psikometri, mind reading, time bending, dan sebagainya. Anak kecil di "Api" direkrut organisasi tersebut dan diberi nama Epsilon. Namun dia susah dikontrol dan sering membakar barang-barang. Cerpen ini seakan memberi jawaban apakah dia memang memiliki kekuatan Rangda atau ada kekuatan lain yang menguasainya. Ceritanya simpel, dan walaupun menurut saya "Api" lebih keren, saya juga menyukai cerita Epsilon ini. Dulu saya mengira ini settingnya di masa depan, tapi di sini diceritakan kalau Alpha, salah satu karakter utama, mirip Hyun Bin. Jadi mestinya settingnya masa kini. 3.5 bintang. Enam Belas Menit: apa yang kita lakukan kalau kita diberi kesempatan untuk mengulang enam belas menit terakhir dengan orang yang kita sayang, yang sebentar lagi akan meninggal? Ceritanya agak mengingatkan saya pada film Source Code, walaupun beda cerita dan beda fokus. 3 bintang. Hari Terakhir Ishan: ceritanya tentang Ishan beserta konflik psikologisnya; kenapa dia harus terlahir sebagai Ishan dan kenapa dia yang harus "berkorban". Awalnya menurutku biasa saja, tapi setelah selesai membacanya, aku suka cerpen ini. 3.5 bintang. Hikayat Pungguk Merindukan Bulan: cerpen fantasy - science fiction tentang manusia-bintang yang mencari sumber daya bumi dan manusia-rimba yang mempertahankan tempat tinggalnya dari serangan manusia-bintang. Saya suka istilah-istilah bercita rasa lokal di cerpen ini. Salah satu cerpen yang masih terbayang-bayang beberapa hari setelah saya baca. 4.5 bintang. Kembali ke Morova: suasana misteri dan thrillernya (yang agak-agak horor) terasa dari awal cerita. Ceritanya tentang seseorang yang pergi (atau kembali) ke Morova untuk menyelesaikan suatu urusan. Namun di Morova, ia mendapati fakta mengejutkan mengenai dirinya. Ini juga cerpen yang teringat sampai beberapa hari setelah baca. Dan saya perlu baca dua kali untuk tahu kapan cerita ini mulai dan kapan berhenti. 4.5 bintang. Kisah Sang Kerudung Merah: masih bercerita tentang Gadis Kerudung Merah dan Serigala, dengan perubahan dan twist di beberapa bagian. Terlepas dari beberapa typo minornya, saya juga suka cerpen ini. 4 bintang. Leyl - Hasrat Bebas: perlu baca dua kali juga untuk menangkap ceritanya. Dan setelah baca, saya masih bingung dengan beberapa hal di cerpen ini. Ceritanya (kalau tidak salah) tentang Leyl, gadis manusia-binatang yang sebentar lagi akan menjalani upacara hasrat bebasnya. 3 bintang. Menuju Akhir Masa: cerita tentang pertentangan Malaikat dan Iblis. Tentang pilihan antara yang baik atau yang lebih menyenangkan. Terdengar biasa? Tunggu sampai endingnya :D 4 bintang. Misteri Pulau Goudian: berkisah tentang ekspedisi pencarian pulau Goudian, pulau yang dijuluki pulau terkutuk dan konon tidak kasatmata. Saya juga suka cerpen ini. 4 bintang. Neil/Lien: cerpen tentang alterego. Saya suka gaya berceritanya. Dan seperti "Anak Lelaki dan Pengubah Wujud" di FF2010, cerpennya mbak Magdalena di FF2011 ini juga salah satu favorit saya. 4 bintang. Noel: bagaimana jika manusia bisa menciptakan manusia dengan gabungan sihir dan teknologi kecerdasan buatan? Apa saja konsekuensinya? Ide dasarnya keren banget tapi entah kenapa, saya tidak terlalu terkejut dengan ceritanya. 3.5 bintang. Oris: tentang seorang anak yatim piatu yang hidup menderita dan kisah tentang kucingnya yang ternyata berasal dari dunia lain. Suka kucingnya, suka penggunaan sihirnya, dan suka ceritanya. (view spoiler)[Yang jadi pertanyaan, di akhir cerita itu, Windi mengulang lagi kehidupannya ya? (hide spoiler)] . 4 bintang. Petra: nggak gampang memang untuk membuat cerpen kompanyon (companion?) dari novel yang sudah dulu terbit, dan agar cerpen tersebut bisa dimengerti oleh orang yang belum kenal dunia di novelnya. Dan saya rasa Om Bonmedo cukup sukses dengan cerpen ini. Petra ini semacam cerpen pelengkap dari seri Xar & Vichattan. Saya belum baca seri tsb tapi cukup paham dengan isi cerpen ini. Yang agak kurang adalah bagian penutupnya yang rasanya agak terburu-buru. Maklum juga sih, bagian depannya banyak digunakan untuk menjelaskan dunia Xar & Vichattan (CMIIW). 4 bintang. Selamanya Bersamamu: walaupun isinya cuma dialog antara dua tokoh, saya lumayan menikmati cerpen ini. Ceritanya (kalau tidak salah) tentang (mantan) Pangeran Kegelapan yang harus tunduk pada apapun perlakuan gadis yang mencintainya (yang selama ini diabaikannya). 4 bintang. Tukang Sapu: cerita tentang tukang sapu yang bukan tukang sapu. Lalu siapakah tukang sapu misterius ini? Terlepas dari ketidakmengertian saya pada penjelasan menjelang akhir cerita, saya merasa cerpen ini bahasanya enak, pesannya juga dapat. 3.5 bintang. Selamat Datang di Wonderland: cerita tentang Dunia Lain bernama Wonderland yang berisi wahana-wahana menyeramkan. Di sana juga ada Repair and Modification Room untuk mengganti anggota tubuh manusia yang rusak dengan benda lain. Idenya keren, tapi endingnya nggak terlalu mengejutkan buat saya. Saya juga agak merasa terganggu dengan deskripsi kesadisannya. Mungkin kalau ceritanya lebih panjang, saya bisa lebih menikmati cerita ini dan bisa menerima deskripsi kesadisannya. 3 bintang. Wanita Pembisik: cerpen tentang Wanita Pembisik yang balas dendamnya pada orang-orang yang mengecewakannya. 3.5 bintang. Jadi rata-ratanya ratingnya adalah 3.75 Apresiasi saya berikan untuk dua puluh penulis di FF2011 ini karena berhasil membuat cerpen fantasi yang keren dan atas usahanya memajukan (dan mempopulerkan) fantasi dari pengarang lokal. Btw, makasih lho buat yang udah ngasih dan ngirim buku ini untuk saya :)

  9. 5 out of 5

    Dhejan

    Umm... ceritanya variatif, semua tentang fantasi ada di sini. aku paling suka cerita tentang Dongeng kanvas. tapi klo boleh jujur, aku lebih suka Fantasy Fiesta 2010, karena cerita di FF 2010, menurutku lebih hidup dan nggak ngebosenin. Buat yang mulai baca genre fantasi, Antologi ini, cukup mewakili kok :D

  10. 4 out of 5

    R.D. Villam

    bintang dari saya diberikan untuk seluruh rekan penulis di buku ini; tidak hanya ceritanya, tapi juga seluruh kerja kerasnya. :-)

  11. 4 out of 5

    Anna O.P.

    Wuih akhirnya ada waktu juga untuk menyelesaikan buku ini! Normalnya buku dengan tebal segini, bisa saya habiskan dalam waktu paling lama 2 minggu. Ini butuh 2 bulan lebih -_-" ya sudahlah, yang penting beres :D Jadi. Ini adalah buku fantasi asli Indonesia pertama yang saya baca (kalau tidak menghitung cerita rakyat). Mengagetkan namun mengagumkan, karena ternyata buku ini mampu membangkitkan ketertarikan saya. Bukannya apa-apa, tapi selera saya agak "khusus". Saya kurang suka dengan cerita fanta Wuih akhirnya ada waktu juga untuk menyelesaikan buku ini! Normalnya buku dengan tebal segini, bisa saya habiskan dalam waktu paling lama 2 minggu. Ini butuh 2 bulan lebih -_-" ya sudahlah, yang penting beres :D Jadi. Ini adalah buku fantasi asli Indonesia pertama yang saya baca (kalau tidak menghitung cerita rakyat). Mengagetkan namun mengagumkan, karena ternyata buku ini mampu membangkitkan ketertarikan saya. Bukannya apa-apa, tapi selera saya agak "khusus". Saya kurang suka dengan cerita fantasi yang sedikit-sedikit elf, sebentar-sebentar goblin, dengan segala karakter tipikalnya. Yah kecuali kalau elf-nya ternyata pembantu rumah tangga dan goblin-nya teller di bank penyihir, itu lain soal. Juga, saya kurang suka dengan cerita yang patronizing, penuh dengan pesan moral hitam-putih yang rasanya lebih cocok untuk anak-anak. Cerpen-cerpen FF ini menurut saya kreatif dan imajinatif. Level imajinasinya setara dengan penulis-penulis asing (malah penulis asing ada yang karyanya lebih aposekokondao). Favorit saya: "Bhupendra Gagan" dan "Kembali ke Morova". Cerpen "Enam Belas Menit", meski bukan favorit benar, tapi ini juga tidak terlupakan (karena makin dibaca, makin merinding). UPDATE: Setelah dibaca ulang, kisah "Tukang Sapu" ikut jadi favorit. Seri antologi FF ini sudah sangat bagus untuk ukuran yang baru terbit 2 kali. Semoga makin baik dan imajinasinya makin liar (in a good way). Saran saya, sebagai seorang grammar/spelling Nazi, tolong perhatikan lagi kata-kata "di mana" dan "ke mana"-nya, harus dipisah ya :D

  12. 4 out of 5

    Ana Kosasih

    Lima bintang buat nyundul! Pokoknya ini adalah langkah pertama saya untuk terkenal dan menguasai dunia! SYAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!

  13. 4 out of 5

    Ren Puspita

    Buku yang membuat aku percaya, bahwa kelak genre fantasy Indonesia akan "berbicara". Tidak hanya di dalam negeri , tapi juga di dunia international (amin dulu :P) Review kumplit ada di blog : Ren's Little Corner Rating: - Bentala Imaji : ** - Bhupendra Gagan : **** - Dongeng Kanvas : ****1/2 (favorit) - E(epsilon) : **** - Enam Belas Menit : ****1/2 (favorit) - Hari Terakhir Ishan : ***1/2 - Kembali ke Morova : ****1/2 (favorit) - Kisah Sang Kerudung Merah : ***1/2 - Leyl ~ Hasrat Bebas : **1 Buku yang membuat aku percaya, bahwa kelak genre fantasy Indonesia akan "berbicara". Tidak hanya di dalam negeri , tapi juga di dunia international (amin dulu :P) Review kumplit ada di blog : Ren's Little Corner Rating: - Bentala Imaji : ** - Bhupendra Gagan : **** - Dongeng Kanvas : ****1/2 (favorit) - E(epsilon) : **** - Enam Belas Menit : ****1/2 (favorit) - Hari Terakhir Ishan : ***1/2 - Kembali ke Morova : ****1/2 (favorit) - Kisah Sang Kerudung Merah : ***1/2 - Leyl ~ Hasrat Bebas : **1/2 - Menuju Akhir Masa : **** - Misteri Pulau Goudia : ****1/2 (favorit) - Neil | Lien : **** - Noel : ***1/2 - Oris : *** - Petra : **1/2 - Selamanya Bersamamu : *** - Selamat Datang di Wonderland : ***1/2 - Tukang Sapu : ** - Wanita Pembisik : **** Overall : 4 bintang Terima kasih buat semua penulis di antologi ini yang sudah kerja keras nulis cerpennya. Ditunggu karya - karya selanjutnya yaaaa :D

  14. 5 out of 5

    Ivon

    aish. repiunya jadi lebih panjang dari dugaan ane. moga-moga bisa selesaikan hari ini atau besok atau lusa :3 *dihajar massa*

  15. 4 out of 5

    Sulis Peri Hutan

    maap BBI telat postingnya :(( review bisa dibaca di http://www.kubikelromance.com/2012/02... @peri_hutan Bentala-Imaji by Fredrik Nael Bhupendra Gagan (Juara 3) by Salvirius Sandy Dongeng Kanvas (Juara 2) by Luz Balthasaar E [Epsilon] by Klaudiani Enam Belas Menit (Juara 5) by Shao An Hari Terakhir Ishan by Cloverwitch Hikayat Pungguk Merindukan Bulan (Juara 1) by F.A Purawan Kembali ke Morova by R.D Villam Kisah Sang Kerudung Merah by Serpentwitch Leyl – Hasrat Bebas by Elbintang Menuju Akhir Masa by Shienn maap BBI telat postingnya :(( review bisa dibaca di http://www.kubikelromance.com/2012/02... @peri_hutan Bentala-Imaji by Fredrik Nael Bhupendra Gagan (Juara 3) by Salvirius Sandy Dongeng Kanvas (Juara 2) by Luz Balthasaar E [Epsilon] by Klaudiani Enam Belas Menit (Juara 5) by Shao An Hari Terakhir Ishan by Cloverwitch Hikayat Pungguk Merindukan Bulan (Juara 1) by F.A Purawan Kembali ke Morova by R.D Villam Kisah Sang Kerudung Merah by Serpentwitch Leyl – Hasrat Bebas by Elbintang Menuju Akhir Masa by Shienny M.S Misteri Pulau Goudian by Rickman Roedavan Neil/Lien by Magdalena M. Amanda Noel by Feby Anggra Oris (Juara 4) by I.B.G Wiraga Petra by Bonmedo Tambunan Selamanya Bersamamu by Fachrul R.U.N Selamat Datang di Wonderland by Kristy S. Tjong Tukang Sapu by Erwin Ardiansyah Wanita Pembisik by Xeno Itulah daftar 20 cerpen terbaik yang terkumpul dalam buku Fantasy Fiesta, di mana sebelumnya telah melalui proses pemilihan yang panjang, 500 cerpen masuk kemudian disaring lagi menjadi 332 cerpen lolos menjadi peserta lomba. Belum banyak cerita fantasy dalam negeri yang saya baca, bisa dibilang agak pemilih. Ada rasa takut kalau cerita itu kebanyakan berkiblat pada fantasy luar, yah namanya fantasy dalam negri tentunya saya ingin mendapatkan cerita yang khas, belum pernah ada sebelumnnya, dan kalau bisa menyenggol sedikit tentang kebudayaan kita. Saya agak lama mencerna cerita fantasy karena mau tidak mau saya akan berimajinasi, membayangkan seperti apa yang ingin disuguhkan penulis, kecuali kalau cerita itu memang benar-benar asik, bahkan kadang saya mendapatkan feel dari buku fantasy setelah membaca sampai setengah halaman buku. Beda dengan membaca romance, hanya membutuhkan perasaaan agar dapat mencernanya :p. Apalagi buku ini adalah kumpulan cerpen, 20 cerita berbeda, konsentrasi saya pun benar-benar terkuras, hehe. Jujur saja tidak semua cerita saya mengerti, ada beberapa cerpen yang saya ulang baca karena tidak tahu apa maksudnya, ada juga yang setelah bolak balik dibaca tidak ngerti juga. Bukan berarti jelek, yah mungkin karna saya yang terlalu lemot, penulisan berbelit-belit atau waktu membaca buku ini saya tidak terlalu mood, bisa jadi itulah yang membuat saya tidak bisa terlalu berkonsentrasi pada buku ini. Oh ya, cerpen dibuku ini termasuk panjang-panjang, hehehe, tidak ada cerpen yang sangat singkat. Ada beberapa cerpen yang ketika saya baca saya langsung suka dan setelah selesai masih membekas, inilah cerpen favorit saya: Bhupendra Gagan Ceritanya unik ditambah ada peta lokasi Negeri Gagandra, cerpen pertama yang saya suka. Seorang raja dari Negeri Gagandra memerintahkan semua orang untuk mengharamkan kata ‘aku’ lalu menggantinya dengan Brahman (Tuhan), siapa yang menggucapkan kata ‘aku’ maka kepalanya akan dipenggal. Sial bagi salah seorang Letnan yang bernama Mehal (namanya berarti Awan, panggilannya Me, di mana Me sendiri berarti aku, sebuah kata yang harus dimusnahkan), semua orang yang memanggilnya dibunuh, bahkan keluarganya mati semua, dengan penuh dendam dia melarikan diri ke gunung terpencil untuk merencanakan balas dendam. Tapi, perintah dari Bhupendra tidak sejelek yang dibayang orang-orang. Quote fave-ku “Dalam perdamaian, semua orang menjadi pemenangnya.” Enam Belas Menit “Apa yang kau perbuat, andai maut memberi waktu enam belas menit bersama orang yang kau sayangi?” Langsung suka, sebenarnya serasa dejavu membaca cerpen ini, kita akan berulang-ulang mendapatkan alur yang sama, mencoba berbagai cara untuk menyelamatkan orang yang kita cintai, setiap kita mengulang peristiwa yang akan membunuh orang yang kita cintai itu, maka rasa tidak ingin kehilanganpun akan bertambah besar. Kita harus bersyukur dengan apa yang kita punya dan selalu menjaganya. Kisah Sang Kerudung Merah Bisa dibilang ini adalah fanfic dari cerita yang sudah tidak asing lagi itu. Milly Anne demi ingin menyembuhkan neneknya yang sekarat, tidak ada obat yang bisa mengobatinya. Tapi, dengan kerudung merahnya, Anne melangkahkan kaki ke Hutan Elderoot, hutan yang sangat dilarang, di mana ada serigala pemakan ingatan tapi di sana ada rumput merah yang akarnya berduri, Rumput Emil, obat untuk penyakit neneknya. Suka ceritanya, apalagi dengan datangnya serigala Walfreid dan Gromfelt :D. Menuju Akhir Masa Awalnya cerita ini membuat saya bingung, tapi saya suka endingnya ada efek kejut, jadinya saya membaca ulang agar lebih memahami. Gimana ya ceritanya, haha bingung mau menulisnya, intinya sih kayak kita ketemu sama iblis yang membangkitkan sang Amarah, nah iblis yang bernama Anom ini akan memberi kita kesempatan kedua kepada Ray di mana dia mati karena kecelakaan yang dilakukan oleh segerombolan orang, dia ingin merekalah yang mati, tapi ada Azrael, sang malaikat kematian dan kehancuran yang melarang Ray untuk membuat pilihan yang akan disesalinya nanti. Nah, apakah dengan menghindari takdir akan berujung baik? Misteri Pulau Goudian Dmitri ingin melakukan ekspedisi ke pulau Goudian, pulau yang tidak bisa dilihat oleh sembarang orang, hanya orang terkutuk yang dapat melihatnya, pulau itu hanya bisa dilihat orang yang berlumuran darah. Setelah menemukan pulau yang dicarinya dengan susah payah, Dmitri tahu sebutan apa lagi untuk pulau itu, Pulau Serakah. Yak, adik-adik, yang namanya serakah, tamak itu tidak baik, hanya akan membutakan mata kita, jangan ditiru yah. Selamanya Bersamamu Sadis, inilah yang saya dapatkan dari buku ini. Kita bisa sangat mencintai seseorang sekaligus berbuat jahat padanya. Suka sama cara penulis menggambarkan tokoh Margarita, psicopat . Yak. Itulah cerpen fave saya, ternyata ada enam :), bukan berarti yang lain jelek, cuman masalah selera saja. Lalu, mana sinopsis untuk cerpen lainnya? Baca aja sendiri XDD. Kalau ditinjau dari keaslian, rata-rata kumcer ini bisa dibilang masih asing, jarang saya menemui cerita yang sama sebelumnya kecuali Kisah Sang Kerudung Merah dan Hikayat Pungguk Merindukan Bulan, mungkin dari judulnya saja kita tidak akan asing tapi hebatnya penulis memberikan bumbu yang berbeda. Ada beberapa cerpen yang mungkin penulisannya kurang luwes sehingga itu tadi, yang menyebabkan saya tidak cepat mencerna inti cerita. Typo masih ada beberapa, kalau masalah cover saya hanya bisa menebak beberapa tokoh dalam cerpen apa, haha imajinasi saya memang tidak terlalu tinggi. Salah satu cerpen yang ingin sekali saya baca sebagai novel adalah Enam Belas Menit, saya sangat penasaran bagaimana kalau cerita itu dibuat sangat panjang, gimana akhirnya :D. Buat yang suka fantasy, boleh kok buku ini menjadi koleksi, apalagi karya dalam negeri yang pantas diacungin jempol. Semoga setiap tahun aka nada terus, dan makin banyak cerita fantasy yang bermutu dan beda :D. 3.5 sayap untuk 6 cerpen favorit

  16. 5 out of 5

    Biondy

    Akhirnya selesai juga baca kumcer FF 2011 ini. Mengingat drama yang meliputi pembelian buku ini (harus dorong motor gara-gara bensin habis dan deg-deg sreg karena harus meninggalkan motor untuk menyeberangi jalan raya super ramai, tanpa lampu merah, dan tanpa jembatan penyebrangan demi sekantong bensin), ternyata butuh waktu yang cukup lama untuk saya melahap 20 cerpen di dalamnya. Seperti layaknya kumcer-kumcer lainnya, ceritanya ada yang saya suka ada juga yang tidak dan ada pula yang bikin ken Akhirnya selesai juga baca kumcer FF 2011 ini. Mengingat drama yang meliputi pembelian buku ini (harus dorong motor gara-gara bensin habis dan deg-deg sreg karena harus meninggalkan motor untuk menyeberangi jalan raya super ramai, tanpa lampu merah, dan tanpa jembatan penyebrangan demi sekantong bensin), ternyata butuh waktu yang cukup lama untuk saya melahap 20 cerpen di dalamnya. Seperti layaknya kumcer-kumcer lainnya, ceritanya ada yang saya suka ada juga yang tidak dan ada pula yang bikin kening berkerut. Secara keseluruhan bagus cerita-ceritanya. Jadi gak sabar melihat cerita-cerita macam apa yang masuk ke dalam kompilasi FF 2012. 1. Bentala-Imaji Nice opening. Cerita ringan tentang imajinasi dan mengejar mimpi. Pas pertama agak bingung soal Tala dan Aji, tapi penulis memperjelasnya pada akhir cerita. 2. Bhupendra Gagan Another nice story. Cerita yang paling menarik perhatianku di antara sinopsis-sinopsis yang tertera di cover belakang. Kalau boleh jujur saya pribadi lebih memfavoritkan cerpen ini sebagai juara 1. 3. Dongeng Kanvas Saya suka dengan pemilihan kata-katanya. Ceritanya terasa versatile. Potensial juga untuk menjadi cerita anak-anak (atau memang begitu?). Awalnya kurang sreg sama tokoh utama, tapi pelan-pelan mulai berpihak padanya. 4. E [epsilon] Saya suka dengan ceritanya, tapi rasanya agak terlalu mampat untuk ukuran cerpen. 5. Enam Belas Menit Langsung keingat sama "The Butterfly Effect" pas baca cerita ini. Kurang suka akhir ceritanya. Terasa depressing banget sih :( 6. Hari Terakhir Ishan Satu lagi cerita yang berakhir sedih. Tapi saya lebih bisa nrimo akhir ceritanya ketimbang "Enam Belas Menit". 7. Hikayat Pungguk Merindukan Bulan Cerita yang paling susah untuk dibaca ketimbang 6 cerita sebelumnya. Saking susahnya saya sampai harus bolak-balik halaman dan baca cerpennya beberapa kali baru ngeh sama ceritanya. Cerita yang cocok untuk jadi juara 1. 8. Kembali ke Morova Suka dengan atmosfir yang dibangun penulisnya. Saya rasa cerita ini sama seperti "E[epsilon]", agak terlalu mampat untuk ukuran cerpen. 9. Kisah Sang Kerudung Merah Uoo.... Kerudung Merahnya dibuat jadi action begini :)) Saya suka dengan ide ceritanya :) 10. Leyl - Hasrat Bebas Cerpen yang lebih membingungkan ketika saya baca dibandingkan dengan "Hikayat Pungguk Merindukan Bulan". Karakternya agak terlalu banyak kali yah dan inti ceritanya kurang saya mengerti. 11. Menuju Akhir Masa Cerpen yang bagus. Ceritanya jelas dan cocok untuk jadi cerpen. Endingnya ironis amit Bu :-/ 12. Misteri Pulau Goudian Suka dengan cerita ini. Ide pulaunya mengingatkan sama salah satu pulau di novel "Voyage of The Dawn Treader"nya C.S. Lewis (sama-sama ada unsur emas dan sama-sama membuat orang tamak). 13. Neil|Lien Agak bingung. Jadi Lien itu roh atau bagaimana? 14. Noel Suka dengan ide ceritanya, tapi entah kenapa kurang sreg sama eksekusinya. Rasanya ada yang kurang, tapi entah di sebelah mana *abaikan 15. Oris Ceritanya bagus, tapi saya pribadi kurang sreg sama endingnya. Sebenarnya yang makhluk-makhluk itu inginkan dari Windi apanya sih? :s 16. Petra Duh, nama kampus gue *gegulingan. Berhubung saya belum baca Xar&Vichattan, saya jadi gak bisa komen apa-apa. Banyak yang rada membingungkan. 17. Selamanya Bersamamu Entah kenapa nama Esmeralda selalu mengingatkan saya pada tokoh telenovela yang dulu suka saya tonton (iya, saya kecil selain suka nonton kartun, juga demen telenovela), jadi rada gimana gitu pas baca. Bukan masalah penulis tentunya. Rasanya cerita ini bisa menang penghargaan "The most psycho story" :)) 18. Selamat Datang di Wonderland Cerita yang menyeramkan. Ogah saya ke Wonderland semacam itu :| Potensial untuk jadi novel dystopian 19. Tukang Sapu Suka sama cerita ini. Menggabungkan keadaan sosial saat ini dengan fantasi. Tapi endingnya itu gimana yah? Si tukang sapu dan si pemuda bergabung atau bagaimana? 20. Wanita Pembisik Another mampat story. Rasanya kurang cocok jadi cerpen. Agak panjangan lebih bagus kali ye. Ada terlalu banyak hal yang terjadi dalam halaman yang begitu sedikit, rada bingung jadinya.

  17. 4 out of 5

    Lina

    Saya telat baca buku ini, bukunya terbit 2011, tapi saya bacanya baru sekarang, tahun 2011. Yah, namanya juga penimbun buku, yang penting punya dulu, baca emmmm kapan-kapan, heheheh. Buku ini adalah kumpulan cerpen dari cerita-cerita fantasy karya penulis lokal, sebelum Fantasy Fiesta 2011, saya juga baca Fantasy Fiesta 2010, saya pernah buat reviewnya di sini. Secara keseluruhan saya merasa cerpen-cerpen dalam Fantasy Fiesta 2011 lebih matang walau juga lebih meninggalkan kesan absurd (entah me Saya telat baca buku ini, bukunya terbit 2011, tapi saya bacanya baru sekarang, tahun 2011. Yah, namanya juga penimbun buku, yang penting punya dulu, baca emmmm kapan-kapan, heheheh. Buku ini adalah kumpulan cerpen dari cerita-cerita fantasy karya penulis lokal, sebelum Fantasy Fiesta 2011, saya juga baca Fantasy Fiesta 2010, saya pernah buat reviewnya di sini. Secara keseluruhan saya merasa cerpen-cerpen dalam Fantasy Fiesta 2011 lebih matang walau juga lebih meninggalkan kesan absurd (entah mengapa saya merasakan seperti itu, mungkin karena banyaknya genre dan cara penulisan yang berbeda, just my humble opinion #abaikan). Saya agak lama baca buku ini, selain karena terpotong liburan ke suatu tempat, atau karena saya ini orang visual jadi setiap baca fantasy saya harus membayangkan setiap adegannya dulu baru saya bisa paham sama ceritanya. Masih ada sedikit typo, tapi yang menggangu saya adalah diksi yang tidak biasa, sepertinya saya harus mulai baca KBBI. #abaikan Overall menurut saya cerita dalam FF 2011 ini tidak ada yang jelek, karena itu saya kasih rate 3 - 4 bintang. Saya tidak memberi penilaian 5 bintang, karena 5 bintang hanya khusus novel. Penilaian saya untuk setiap cerita terbagi 3 : 1. Okay, yang berarti ngga jelek, cuma saya tidak enjoy bacanya, entah karena gaya bahasanya tidak saya mengerti, ceritanya terlalu aneh bagi saya atau terlalu simpel yang memberikan kesan, "Udah, gitu doank?" Gampangnya bukan selera saya deh or not my cup of tea. *** 2. Good, cerita sudah enak dibaca dan enjoyable, cuma ada sesuatu yang missing. Saya kesulitan menjelaskannya. ***½ 3. Very Nice, enjoyable and memorable. **** Langsung mulai saja, berhubung panjang, jadi saya posting di blog http://lady-storytelling.blogspot.com... image:

  18. 5 out of 5

    Inge

    Keren! Hebat untuk para peserta yang akhirnya terpilih dari sekian banyak tulisan yang masuk. Sebuah cerpen, kalau aku seperti halnya sebuah bab dalam novel. Jika sebuah bab dalam novel, penulis dituntut untuk membuat pembaca selalu ingin membaca bab selanjutnya... dan kalau dalam cerpen (untuk saya) yang diharapkan adalah ending yang memuaskan, dalam hal ini memuaskan artinya tidak melulu happy ending tetapi ending yang tak tertebak. Kadang walau dengan ending menggantung ada letak menariknya se Keren! Hebat untuk para peserta yang akhirnya terpilih dari sekian banyak tulisan yang masuk. Sebuah cerpen, kalau aku seperti halnya sebuah bab dalam novel. Jika sebuah bab dalam novel, penulis dituntut untuk membuat pembaca selalu ingin membaca bab selanjutnya... dan kalau dalam cerpen (untuk saya) yang diharapkan adalah ending yang memuaskan, dalam hal ini memuaskan artinya tidak melulu happy ending tetapi ending yang tak tertebak. Kadang walau dengan ending menggantung ada letak menariknya sendiri karena bisa membuat pembaca membayangkan ending yang berbeda-beda. :) Sebuah twist dalam cerpen kalau menurut saya itu juga bisa meninggalkan kesan tersendiri... kadang walau ceritanya bagus tapi ending sudah dapat dibaca mulai dari paragraf pertama, akhirnya ceritanya tidak meninggalkan kesan. Dari 20 cerita pendek dalam FF 2011 ini, ada lima judul yang aku suka. Selain karena pesan yang dibawa juga karena alur cerita dan endingnya yang memikat :) Lima judul itu : Bhupendra Gagan Menuju Akhir Masa Misteri Pulau Goudian Dongeng Kanvas Tukang Sapu untuk review masing2 judul ada di blog http://bacaaninge.blogspot.com/

  19. 5 out of 5

    Anindito Alfaritsi

    Buku kedua dari antologi cerpen Fantasy Fiesta, kali ini dengan pengemasan dan penataan yang bahkan lebih baik dari sebelumnya. Dengan jumlah peserta yang jauh melebihi tahun sebelumnya, kini terasa jelas bagaimana ketatnya pemilihan cerita yang akan memasuki buku kali ini. Dengan demikian, kau akan menemukan cerita-cerita dengan warna yang lebih khas dan lebih menarik dibandingkan yang kau temui di buku tahun sebelumnya. Mungkin ini cuma aku, tapi walau sebagian besar ceritanya terasa lebih sur Buku kedua dari antologi cerpen Fantasy Fiesta, kali ini dengan pengemasan dan penataan yang bahkan lebih baik dari sebelumnya. Dengan jumlah peserta yang jauh melebihi tahun sebelumnya, kini terasa jelas bagaimana ketatnya pemilihan cerita yang akan memasuki buku kali ini. Dengan demikian, kau akan menemukan cerita-cerita dengan warna yang lebih khas dan lebih menarik dibandingkan yang kau temui di buku tahun sebelumnya. Mungkin ini cuma aku, tapi walau sebagian besar ceritanya terasa lebih suram, aku lebih menyukai antologi yang ini dibandingkan yang tahun lalu. Walau kecocokan tiap-tiap ceritanya bagi para pembaca mungkin agak campur aduk, (baiknya nilai sendiri terlebih dahulu apakah buku ini cocok untuk dihadiahi ke anak-anak Anda) buku antologi cerpen ini jelas direkomendasikan bagi mereka-mereka yang tertarik dengan cerita-cerita fantasi buatan Indonesia asli. Sebagian besar ceritanya juga berakhir dengan jauh lebih memuaskan.

  20. 5 out of 5

    Lila Cyclist

    Saya pikir, saya bisa menyelesaikan novel fantasi ini, dengan membaca satu hari satu kisah. Tapi ternyata oh, ternyata, semakin tinggi saja gunungan buku, dan semakin menggemuk saja folder ebook di PC and lappie. Hasilnya, terbengkalailah novel yang baru saja ku beri sampul and langsung masuk lemari. Lho? Kan belum selesai??? Nanti deh, kapan2 bisa dilanjut lagi. :D

  21. 4 out of 5

    Feby

    5 bintang karena: 1. Ini adalah buku pertama yang memuat cerpen karya saya sendiri. Isn't it obvious? XD 2. Untuk rasa senang saya membaca revisi2 keenambelas karya selain milik saya, plus tiga milik para juri. ^^ 5 bintang karena: 1. Ini adalah buku pertama yang memuat cerpen karya saya sendiri. Isn't it obvious? XD 2. Untuk rasa senang saya membaca revisi2 keenambelas karya selain milik saya, plus tiga milik para juri. ^^

  22. 4 out of 5

    Stezsen

    Uummm g terlalu beda jauh ama versi yg pas lomba. Kecuali 3 cerpen tambahan dari para juri hehehe.

  23. 4 out of 5

    Asrina Maharani

    kumpulan cerpen fantasi dari berbagai tekstur tapi tone-nya rada kelam. seru walau ada beberapa typo tapi ga gitu ganggu ;p Review on Blog kumpulan cerpen fantasi dari berbagai tekstur tapi tone-nya rada kelam. seru walau ada beberapa typo tapi ga gitu ganggu ;p Review on Blog

  24. 5 out of 5

    Sabrina Zee

    Bagus-bagus cerpennya.. Tapi entah kenapa lebih memorable cerpen yang 2010... http://sabrinazheng.blogspot.com/2013... Bagus-bagus cerpennya.. Tapi entah kenapa lebih memorable cerpen yang 2010... http://sabrinazheng.blogspot.com/2013...

  25. 4 out of 5

    Raf

    Baca kumpulan cerpen ini sekitar tahun 2012-an, pas masih SMA. Dulu banyak novel fantasi karya penulis lokal yg diterbitkan, jadi seneng dan penuh semangat juga baca antologi ini. Sekarang kayaknya susah cari karya-karya baru buatan Indo yang genrenya fantasi.. :( Seingatku cerita di Fantasi Fiesta ini bagus-bagus semua, karya-karya yang emang worth memenangkan lomba Fantasy Fiesta. Yang paling berkesan/ teringat sampai sekarang Epsilon by Klaudiani. Mungkin nanti kalau ada rejeki mau beli lagi Baca kumpulan cerpen ini sekitar tahun 2012-an, pas masih SMA. Dulu banyak novel fantasi karya penulis lokal yg diterbitkan, jadi seneng dan penuh semangat juga baca antologi ini. Sekarang kayaknya susah cari karya-karya baru buatan Indo yang genrenya fantasi.. :( Seingatku cerita di Fantasi Fiesta ini bagus-bagus semua, karya-karya yang emang worth memenangkan lomba Fantasy Fiesta. Yang paling berkesan/ teringat sampai sekarang Epsilon by Klaudiani. Mungkin nanti kalau ada rejeki mau beli lagi bukunya dan baca ulang.

  26. 5 out of 5

    Pipit Di

    dari gaya bahasa, ide cerita, semua menarik. Ada beberapa cerita menurutku pengarangnya terinspirasi dari sebuah film dan cerita komik, yang membuatku memberi bintang 4 hanya semua cerita tersebut kurang berkesan..bagiku..buku yang menarik itu selalu meninggalkan kesan mendalam, jadi dibaca berulang ulang pun tidak pernah bosan.. maju terus Fantasy Indonesia cheers Pipit DiTime Machine dari gaya bahasa, ide cerita, semua menarik. Ada beberapa cerita menurutku pengarangnya terinspirasi dari sebuah film dan cerita komik, yang membuatku memberi bintang 4 hanya semua cerita tersebut kurang berkesan..bagiku..buku yang menarik itu selalu meninggalkan kesan mendalam, jadi dibaca berulang ulang pun tidak pernah bosan.. maju terus Fantasy Indonesia cheers Pipit DiTime Machine

  27. 5 out of 5

    Wulan Smile

    kumpulam cerpen fikfan ada beberapa cerita ga jelas pergantian lokasi jadi susah ngerti maksudnya.

  28. 4 out of 5

    Esti

    paling suka Buphendra Gagan

  29. 4 out of 5

    Tukang Kueh Keren

    horeee....dapet buntelan lagi :)) *skip 181*

  30. 5 out of 5

    Ayu Welirang

    saya nggak begitu suka fantasi. jadi yaaa, no comment. :)

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...